Pengaruh De stijl

gambar diatas merupakan jembatan di plaza ex indonesia. Desain dari bagunaan ini dipengaruhi oleh gaya de stijl yaitu terdapat pada warna dasar yang digunakan dan bentuk kotak – kotak.

Komentar bertahan »

Pengaruh Art Nouveau

art-nouveau2.jpg

Foto di atas merupakan  ukiran pada kursi yang ada di rumah saya. Ternyata di rumah pun kita dapat banyak menjumpai benda – benda dengan desain Art Nouveau. Desain – desain Art Nouveau yang feminim banyak dipakai karena keindahanya yang khas

Komentar bertahan »

Pengaruh Arts and Crafts movement

pagi 2 hari lalu yang cerah, sama sekali sudah tidak terpikirkan tgs karena habis liburan. Eh nenek saya lewat dan mulailah terpikirkan tentang TD. sehari-hari nenek memang senang memakai daster batik bermotif bunga. langsung muncul di pikiran saya “wah, arts and crarfs movement nhe”.

dsc_6966.jpg

wah ternyata nenek saya itu memakai baju yang dipengaruhi dari zaman arts and crafts movement. mgkn memang daster yang dipakainya sekarang sudah tidak lagi dibuat oleh tangan manusia, tetapi pengaruh dari motif makhluk hidup yang rumit dan dekoratif itu masih dibuat hingga sekarang. Mungkin karena bahannya yang santai dan adem yg membuatnya disukai.

dsc_6967.jpg

dsc_6968.jpg

ini adalah contoh foto batik yang dipakai nenek saya.

Arts and crafts movement tak dapat dipungkiri memegang peranan penting terhadap perkembangan senirupa. kalau pada saat itu semua manusia terlena akan mesin, mungkin senirupa yang dibuat manual tidak akan ada lagi.

Komentar bertahan »

Futurism

Futurism  Futurisme bermula pada tahun 1909 oleh Filippo Tommaso Marinetti, dan juga Umberto Boccioni, Giacomo Balla, Carlo Carrà, and Gino Severini. Futurisme perkembangan modern yang berawal di Italia sebagai tanggapan dari awal era tenologi. Gerakan ini mendapat inspirasi dari kehidupan yang berubah menjadi modern berkat teknologi mesin yang menghasilkan unsur gerak dan kecepatan sebagai unsur yang sangat berpengaruh bagi kehidupan manusia di awal abad ke-20. Inspirasi terbesar bagi futurism adalah cubism.  Tokoh – tokoh pada masa ini adalah: Filippo Marinetti, Giacomo Balla, Ardengo Soffici, dan Stephane Mallarme. Hal utama dalam futurism adalah bagaimana menangkap unsur gerak dan kecepatan dalam lukisan. Dalam futurism, huruf tidak hanya diperlakukan sebagai tanda bunyi tapi juga sebagai lambang rupa untuk menyampaikan suatu makna. Hal ini disebabkan tokoh – tokoh pada futurism menggunakannya untuk berpuisi. Contoh – contoh karya pada masa ini adalah : boccioni-futurism1.jpgcarraf3.jpg

Komentar bertahan »

constructivsm

Constructivism  Bermula pada tahun 1913 oleh Vladimir Tatlin, yang merupakan pelopor perkembangan dari Cubism, Italian Futurism, dan Suprematism di Russia, Neo Plasticism di Holland, dan the Bauhaus School di German. Konstruktivisme berkaitan dengan bentuk atau bidang geometris kinetic, sebagai sebuah cerminan jaman modern yang dikuasai mesin, kadang juga dipengaruhi matematika dan pengukuran. Konstruktivisme merupakan respon terhadap perkembangan teknologi, kehidupan modern yang kemudian menghasilkan seni baru yang berdasarkan masalah social dan ekonomi. Naum Gabo dan Antoine Pevsner bersaudara juga mendukung perkembangan ini, dari cubism dan futurism. Perkembangan pertama terjadi pada tahun 1921 saat terbentuknya  “ the First Working Group of Constructivists “ di Moscow. Kemudian berkembang ke Holland dan Germansebelum akhirnya popular di internasional.  Bentuk yang paling sering digunakan adalah kotak, persegi panjang, lingkaran, dan segitiga. Material yang digunakan konstruktivisme adalah kayu, seluloid, nilon, plexi-glass, dan lainnya. Kemudian dalam perkembangannya, konstriktivisme juga menggunakan aluminum, elektronik, dan chrome. Pada masa ini, seni harus dapat dinikmati oleh semua kelas masyarakat secara merata, tanpa ada pembedaan seni untuk kelas atas ataupun untuk kelas bawah. Salah satu seniman di masa ini adalah El Lissitzky, menurutnya bidang persegi empat adalah sumber dari segala ekspresi kreatif. Konstruktivisme pertama yang sebenarnya adalah karya dari Vladimir Tatlin. Ia membuat “Monument of Third International” yang menggambarkan kebanggaan Tatlin terhadap kotanya. Monument ini adalah cara Tatlin untuk menunjukan persaan sosialnya. Pada 1917, di masa konstruktivisme selanjutnya, muncul Rodchenko yang membuat pahatan abstrak untuk mencoba menjelaskan cara kerja sebenarnya dari mesin.  Tetapi aliran seni konstruktivisme ini tidak bertahan lama karena kemudian bergeser ke aliran selanjutnya.  Seniman – seniman di masa ini adalah :Bergmann-Michel, Ella – 1896 – 1971Gabo, Naum – 1890 – 1977Moholy-Nagy, Laszlo – 1895 – 1946Pasmore, Victor – 1908 – 1998Pevsner, Antoine – 1886 – 1962Popova, Liubov – 1889 – 1924Rodchenko, Aleksandr – 1891 – 1956Schlemmer, Oskar – 1888 – 1943Tatlin, Vladimir – 1885 – 1953Torres Garcia, Joaquin – 1874 – 1949Bergmann-Michel, Ella – 1896 – 1971Gabo, Naum – 1890 – 1977Moholy-Nagy, Laszlo – 1895 – 1946Pasmore, Victor – 1908 – 1998Pevsner, Antoine – 1886 – 1962Popova, Liubov – 1889 – 1924Rodchenko, Aleksandr – 1891 – 1956Schlemmer, Oskar – 1888 – 1943Tatlin, Vladimir – 1885 – 1953Torres Garcia, Joaquin – 1874 – 1949

c-1.jpg

Poster ini merupakan karya dari El Lissitzky yang juga terdapat di album ‘The Man Machine’

bryanfultzrussianconsrtuctivism.jpg

Karya Bryan Fultz: Russian Consrtuctivism

Komentar bertahan »

de stijl

>Aliran seni yang tidak representational, tidak ilustratif/naratif dan menggunakan bentuk-bentuk geometris.

stijl-1.jpgThe Rietveld Schröder House. satu-satunya arsitektur yang diperkirakan berhubungan langsung dengan gaya De Stijl.  de Stijl atau dalam Bahasa Inggris the style adalah gerakan seni di sekitar tahun 1920an. Konsep ini berkembang seiring terjadinya perang dunia pertama yang berlarut-larut. Komunitas seni de Stijl kemudian berusaha memenuhi keinginan masyarakat dunia mengenai sistem keharmonisan baru di dalam seni. Gaya yang berasal dari Belanda, De Stijl adalah suatu seni dan pergerakan disain yang dikembangkan sebuah majalah dari nama yang sama ditemukan oleh Theo Van Doesburg. De Stijl menggunakan bentuk segi-empat kuat, menggunakan warna-warna dasar dan menggunakan komposisi asimetris. Gambar dibawah adalah Red and Blue Chair yang dirancang oleh Gerrit Rietveld. Konsep ini diwujudkan dalam pemikiran utopia. Mereka mewujudkan abstraksi dan keuniversalan dengan mengurangi campur tangan bentuk dan kekayaan warna semaksimal mungkin. Komposisi visual disederhanakan menjadi hanya bidang dan garis dalam arah horisontal dan vertikal, dengan menggunakan warna-warna primer seperti merah, biru, dan kuning di samping bantuan warna hitam dan putih.Dalam kebanyakan karya seni, garis vertikal dan horisontal tidak secara langsung bersilangan, tetapi saling melewati satu sama lain. Hal ini bisa dilihat dari lukisan Mondrian, Rietveld Schröder House, dan Red and blue chair. 

Modernisme

Modernisme ialah konsep yang berhubungan dengan hubungan manusia dengan lingkungan sekitarnya di jaman modern. Konsep modernisme ini meliputi banyak bidang ilmu (termasuk seni dan sastra) dan setiap bidang ilmu tersebut memiliki perdebatan mengenai apa itu ‘modernisme’. Walaupun demikian, ‘modernisme’ pada umumnya dilihat sebagai reaksi individu dan kelompok terhadap dunia ‘modern’, dan dunia modern ini dianggap sebagai dunia yang dipengaruhi oleh praktek dan teori kapitalisme, industrialisme, dan negara-bangsa.European Modernism (Dirangkum oleh : tommy/untar/DKV)Overview : Sesungguhnya, modernisme seni di eropa telah dimulai sejak tahun 1800an dimana pada era ini, ditemukan teori relatifitas, dimulainya industrialisasi serta ilmu pengetahuan sosial yang memancing gaya – gaya baru dalam bidang seni. Pergerakan seni pada era ini sejalan dengan hal – hal diatas, gebrakan – gebrakan dapat terlihat pada 15 tahun pertama abad ke 19. Bisa dilihat dari munculnya gaya lukisan abstrak ekspresionis di tahun 1903 yang dipelopori oleh Wassily Kandinsky dan bangkitnya cubism di tahun 1908 yang dipelopori Pablo Picasso dan Georges Braque. Di awal Perang Dunia ke 1, tekanan dan ketidaknyamanan keadaan sosial yang terjadi seperti saat Revolusi Rusia, telah memunculkan pergerakan – pergerakan radikal dalam seni yang menolak kebiasaan – kebiasaan lama. Dimulai ketika Komposer ternama Rusia Igor Stravinsky di tahun 1913 mencoba memunculkan pertunjukan yang menunjukan manusia yang menjadi korban, serta Pablo Picasso dan Paul Matisse yang menolak sistem perspektif traditional yang menjadi ciri khas lukisan terstruktur, hal seperti ini bahkan belum pernah dilakukan oleh para pelukis impresionis sekelas Cezanne sekalipun. Inilah yang mulai memperjelas apa yang sebenarnya diistilahkan sebagai “Modernism”, yaitu penolakan serta pergerakan terhadap kesederhanaan gaya Realis dalam literature dan seni, serta mengubah tonality dalam musik. 1920, Modernisme yang di era sebelum perang hanyalah sebuah efek minoritas mulai menegaskan dirinya sebagai hal yang dapat merubah jaman. Modernisme di eropa terlihat dalam pergerakan – pergerakan seni yang kritis seperti Dadaism dan selanjutnya dalam pergerakan kontruktivisme seperti Surealism, seperti juga dalam pergerakan –pergerakan kecil seperti Bloomsburry Group (kelompok pelajar Bohemian di Inggris). Masing masing pergerakan ini menunjukan metode – metode baru untuk menghasilkan hasil yang baru. Gaya – gaya yang muncul, terutama Surealis, Cubis, Ekspresionisme, Fauvisme, Futurisme serta Leninisme secara cepat diadopsi daerah daerah luar yang jauh dari daerah asalnya. Yang cukup menonjol peranannya serta tidak dapat dilupakan ialah 2 kelompok besar era Modernisme yang menggusung kuat Modern art di Eropa dan belakangan diadopsi sampai ke Amerika, berbeda dengan gaya – gaya di atas yang lebih berkategori anti – art, 2 Kelompok ini lebih dikenal sebagai pengembang ide – ide baru yang berkaitan dengan seni, arsitektur, desain dan pendidikan seni. 2 Kelompok ini ialah Bauhaus (Jerman) dan de Stijl (Belanda) Di tahun 1930, Modernism di Eropa telah memperoleh posisi penting baik dalam politik dan seni. Namun demikian, Modernisme sendiri pada saat ini telah sedikit banyak berubah. Banyak reaksi yang mengatakan Modernism setelah tahun 1918 bersifat keterlaluan, tidak masuk akal serta lebih emosional. Pada periode setelah perang dunia Modernism kembali berbelok ke arah sitematisasi serta nihilism, seperti terlihat pada gerakan yang paling paradigmatis yaitu Dada.
Key Movement Dalam era Modernisme di Eropa, dua gerakan yang dapat dibilang menjadi pergerakan utama ialah Bauhaus di Jerman dan de Stijl di Belanda. Bauhaus yang dalam bahasa Jerman berarti “Architecture House “ ialah sekolah seni dan arsitektur yang berdiri di Jerman dari tahun 1919 s/d 1933 sebelum pindah ke Amerika, gaya desain Bahaus menjadi salah satu gaya paling berpengaruh dalam gaya arsitektur serta interior era Modernisme di eropa. Beberapa tokoh terkenal dari Bauhaus ialah Gropius, Adolf Meyer, Mart Sam dan Marcel Breuer lewat karya karyanya yaitu “Wasilly Chair”, “Chicago Tribune Tower” dan “Cantilever Chair”. Pergerakan lainnya adalah de Stijl di Belanda, de stijl ialah pergerakan seni di Belanda yang dimulai tahun 1917 belakangan gaya de Stijl-lah yang akan banyak mempengaruhi gaya desain dari Bauhaus , de Stijl dikenal juga dengan nama neoplasticism. Pada awalnya de Stijl ialah sebuah jurnal yang dipelopori oleh seorang pelukis dan kritikus seni Theo van Doesburg, baru kemudian Piet Mondrian, Bart van Der Leck, Gerrit Rietvield, J.J.P Oud dan seniman seniman lainnya bergabung dalam de Stijl. Filosofi seni yang menjadi dasar pekerjaan kelompok ini ialah “New Plastic Art”. De Stijl sedikit banyak terpengaruh oleh gaya cubisme, mysticism serta ideal geometric dari golongan neoplatonic . Para seniman de Stijl coba mengekspresikan keidealan impian serta keharmonisan spiritual serta tatanan dengan cara mengajukan suatu abstraksi dan keuniversalan dengan menyederhanakan bentuk dan warna dalam desain – desain mereka. mereka menyederhanakan susunan visual berdasar arah vertikal dan horisontal, dan memakai hanya warna pokok serta hitam putih. Hal tersebut dapat dilihat dalam beberapa contoh karya mereka, seperti “Rietvield Schroeder House serta Red Blue Chair” . Gaya de Stijl seperti yang telah disebutkan di awal, telah mempengaruhi gaya dari Bauhaus serta gaya arsitektur Internasional, dan juga gaya desain interior dan fashion desain

Pengaruh dan perkembangan

Konsep de Stijl banyak dipengaruhi filosofi matematikawan M. H. J. Schoenmaekers. Piet Mondrian, kemudian mempublikasikan manifes seni mereka Neo-Plasticism pada tahun 1920, meskipun istilah ini sebenarnya sudah digunakan olehnya pada 1917 di Belanda dengan frase Nieuwe Beelding. Pelukis Theo van Doesburg kemudian mempublikasikan artikel De Stijl dari 1917 hingga 1928, menyebarkan teori-teori kelompok ini. Perupa de Stijl antara lain pematung George Vantongerloo, dan arsitek J.J.P. Oud dan Gerrit Rietveld.Pada dasarnya aliran de Stijl hanya bergerak dalam dunia lukis. Sebab bagaimanapun konsep de Stijl adalah abstraksi secara ideal komposisi warna dalam bentuk dua dimensi, walaupun kemudian juga menghasilkan kesan ruang. Pemanfaatannya sangat banyak di dalam interior dan arsitekrur. namun seperti yang ditulis oleh Piet Mondrian bahwa de Stijl tetaplah sebuah konsep ideal dalam dua dimensi. Meskipun Theo van Doesburg berusaha keras memperjuangkan pengaplikasiannya dalam dunia arsitektur, de Stijl tetaplah hanya menjadi bahan pertimbangan dalam pengolahan bidang-bidang warna, bukan arsitekturnya sendiri.de Stijl meredup seiring perpecahan di antara Theo van Doesburg yang aplikatif dan Piet Mondrian yang teoritis. Hingga akhirnya majalah de Stijl terakhir kali terb it untuk mengenang kematian Theo van Doesburg. 

Seniman yang terlibat dalam gerakan de Stijl

*                   Piet Mondrian (18721944) *                   Theo van Doesburg (18831931) *                   Ilya Bolotowsky (19071981) *                   Marlow Moss (18901958) *                   Amédée Ozenfant (18861966) *                   Max Bill (19081994) *                   Jean Gorin (18991981) *                   Burgoyne Diller (19061965) *                   Georges Vantongerloo (18861965) *                   Gerrit Rietveld (18881964)

*                   Bart van der Leck (18761958)  

*                    

Pelengkap

Setiap orang, umumnya, selalu ingin mempunyai keterkaitan dengan masa lalu. Orang tak mau kehilangan “akar sejarah” dirinya. Tak heran bila segala sesuatu yang terkait dengan masa lalu, selalu menarik perhatian masyarakat. Begitu juga dengan Bioskop Megaria yang terletak di pertigaan Jalan Cikini Raya, Jalan Diponegoro, dan Jalan Proklamasi, di Jakarta Pusat.

Heboh berita penawaran penjualan bangunan Bioskop Megaria di Jakarta Pusat, membangkitkan perhatian banyak kalangan pada bangunan tua ini. Setelah kehilangan Stadion Menteng yang letaknya tak terlalu jauh dari Megaria, rupanya masyarakat takut hal yang sama akan terulang pada Megaria.

Megaria ini bagaikan nenek tua yang duduk di kursi goyang di sudut ruangan. Setiap hari orang lalu lalang melewati dan terbiasa melihatnya di sana. Terkadang orang mampir sebentar tapi tidak punya cukup waktu untuk bercakap-cakap mengenalnya. Ternyata bila kita mencoba mengenalnya cukup banyak kisah yang bisa diberikannya.

Dari segi arsitektur misalnya. Bangunan Bioskop Megaria merupakan salah satu data sejarah perkembangan arsitektur di Tanah Air. Dari catatan yang ada, pada akhir abad ke-19 mulai terjadi perubahan di dalam dunia arsitektur. Tersedianya berbagai ragam bahan bangunan baru seperti semen, kaca, besi, dan baja, disertai dengan peningkatan teknik-teknik konstruksi telah melahirkan gerakan-gerakan baru dalam dunia arsitektur. Perkembangan industri mesin serta gejolak-gejolak politik juga bisa ditelusuri di dalam perkembangan arsitektur dunia.

Sejak tahun 1920 berkembang perancangan bangunan yang tampil sederhana dan lebih mengarah ke fungsi bangunan. Tampilan arsitektural ini kemudian dikenal nama International Style. Selanjutnya, pada suatu pameran di New York pada tahun 1932, berbagai macam aliran perancangan arsitektur dirangkum dalam satu istilah yakni “Arsitektur Modern”, klasifikasi yang banyak ditujukan pada bangunan dalam periode tahun 1920 sampai 1970.

Salah satu gaya yang mempengaruhi International Style adalah gaya De Stijl dari Belanda. De Stijl sendiri berasal dari nama sebuah majalah seni yang didirikan oleh Theo van Doesburg, seorang pelukis yang terkadang juga merancang bangunan (arsitek). Aliran idealis yang mengarah pada gaya kolektif dan universal ini banyak menggunakan garis-garis lurus (vertikal maupun horisontal), dengan bentuk-bentuk dasar dan juga warna-warna dasar sebagai elemennya. Elemen dekoratif bukan bagian dari gerakan yang menekankan kebutuhan praktis, fungsional dan ekonomis dari sebuah bangunan. Warna yang digunakan bukan sebagai elemen dekoratif, melainkan sebagai media ekspresi diri.

Van Doesburg sendiri dalam sebuah artikel yang diterbitkan majalah De Stijl pada tahun 1924 (Van Doesburg Manifesto) mengorientasikan diri sebagai aliran arsitektur yang plastis yang mencoba menciptakan keseimbangan harmonis dari bangunan dengan pendekatan empat dimensi (bukan hanya pendekatan ruang, tapi juga pendekatan waktu). Semua pertimbangan dalam perancangan perlu dikaji berdasarkan pertimbangan praktis dan logika dengan mengedepankan keseimbangan karakteristik fungsional bangunan.

Tampaknya Bioskop Megaria yang dirancang oleh Han Groenewegen (lahir di Den Haag 1888, meninggal di Jakarta 1980) banyak berorientasi pada aliran De Stijl seperti tampak pada menara menjulang yang merupakan salah satu ciri khas De Stijl, dengan permainan garis horisontal dan vertikal sebagai bagian dari ekspresi bangunan. Bangunan model ini biasanya dirancang dalam empat tampak, yaitu tampak depan, samping kiri dan kanan, serta tampak belakang, dan tidak seperti gaya bangunan frontal yang lebih mengutamakan tampak depan

stijl-2.jpg

Komentar bertahan »

bauhaus

Latar Belakang 

Bauhaus ini berdiri pada tahun 1919 di Republik Weimar (sekarang bernama Jerman) oleh Walter Gropius. Bauhaus sendiri berasal dari kata bauren (to build/ mengembangkan atau membangun), sedangkan haus berate rumah.

Menjelang perang dunia pertama tahun 1914, Henry Van Velde,tokoh art nouveau yang memimpin sekolah seni dari Weimar, mengundurkan diri. Hal ini terjadi karena sikap rasial warga Jerman terhadap warga asing. Pada awalnya, warga Jerman berpendapat bahwa perang dapat menunjukkan keunggulan kekuatannya dan dengan semangat mendaftar sebagai sukarelawan termasuk para seniman Otto Dix, Max Beckman. Namun, pada tahun 1916 dan 1917, keraguan dan sikap anti-perang mulai bermunculan.

            Pada tahun 1917, Walter Gropius,seorang arsitek yang pernah bekerja di bawah Peter Behrens, menyatakan bahwa para intelektual harus melakukan perpindahan atau pergantian font dari medan pertempuran fisik menuju pertempuran budaya. Ia juga menganggap system Werkbund Jerman ketinggalan jaman sehingga perlu reformasi pendidikan seni rupa. Berdirinya Bauhaus adalah ketika Jerman masih mengalami keresahan social-ekonomi akibar perang dunia pertama.

            Tahun 1919, Gropius ditunjuk sebagai direktur sekolah yang baru didirikan itu:”Staatliches Bauhaus – Weimar”. Dalam manifesto Bauhaus yang disebarkan ke seluruh Jerman, ia menjelaskan tentang tujuan dari sekolah itu : seniman dan kriyawan bekerja sama untuk menciptakan ‘bangunan masa depan.” Bruno Taut merupakan tokoh pertama yang mengajak membangun rumah untuk masyarakat dan meminta keterlibatan srtiap cabang seni dalam arsitektur. Dalam manifestonya, ia menulis:”mari kita bersama-sama menciptakan bangunan masa depan, di mana segala sesuatunya menyatu dalam sebuah bentuk. Arsitektur, patung dan lukisan.”( Droste 1990:18)

            Sekolah Bauhaus merupakan gabungan dari : Weimar arts and crafts school, sekolah yang berorientasi sseni terapan dengan Akademi seni Weimar. Pada saat Bauhaus berdiri, Jerman baru selesai perang dunia pertama dan dalam masa krisis budaya-ekonomi. Misi dari Bauhaus adalah mengajarkan pendidikan arsitektur, seni, desain, dan kriya sebuah kesatuan bersama teknologi.

            Terjemahan dari manifesto Bauhaus, kurang lebih adalah sebagai berikut:”bangunan yang komplit/ utuh adalah tujuan akhir dari setiap cabang seni rupa. Oleh karenanya seni rupa adalah bagian yang tak terpisahkan dari sebuah arsitektur yang megah. Saat ini seni hidup dalam isolasi…. Arsitek, pelukis dan pematung harus mempelajari karakter sebuah bangunan sebagai kesatuan…. Seniman lebih tinggi dari sekedar orang yang terampil. Ketika di saat-saat tertentu inspirasinya muncul, kesadaran dan pikirannya berkembang menjadi sebuah seni. Namun, bagaimana pun, keterampilan tangan tetap penting bagi setiap seniman. Di situlah letak sumber imajinasi kreatifnya.”

            Bauhaus pada dasarnya dapat dilihat sebagai upaya bangsa Jerman meningkatkan mutu desain id era industri. Upaya ini diawali bangsa Jerman sejak awak abad 20 dengan berdrnya The Deutsche Werkbund. Dalam perkembangan sejarah sekolah Bauhaus terdiri dari dua periode: Bauhaus periode Weimar (1919-1924) dan Bauhaus periode Dessau (1925-1932).

            Secara singkat dapat disebutkan beberapa prinsip yang berlaku dalam pengajaran Bauhaus:

-         dipengaruhi seni ekspresionisme

-         menggunakan garis bauhutte

-         menggabungkan seniman dan kriyawan

-         pendekatan rasionalisme dan desain untuk mesin

Bauhaus memiliki cita-cita utopia membangun masyarakat spiritual yang baru. Bengkel kaca patri, kayu dan metal diajarkan oleh para seniman dan kriyawan menggunakan metode kerja garis bauhutte: master – journeyman – apprentice.

            Para pendesain yang pernah menjadi direktur Bauhaus:

-         Walter Gropius (memimpin hingga 1928)

-         Johannes Itten

-         L. mies Van der Rohe (1886-1969)

Van der Rohe merupak arsitek terkemuka yang menjadi direktur bauhaus yang terakhir. Ia terkenal dengan dictum atau uangkapannya: “ less is more”.

            Tahun 1920 dan 1922, Paul Klee dan Vassilly Kandinsky memberi ide-ide baru. Klee menggabu ngkan seni rupa modern dengan seni primitive dan gambar anak dalam menciptakan dan lukisan yang mempengaruhi komunikasi visual. Menurut Kandinsky, warna dan bentuk memiliki nilai-nilai spiritual dan makna tersendiri. Johannes Itten yang pertama kali menerapkan metode kursus dasar yang kini banyak dipakai dalam perguruan tinggi. Namun, tahun 1923, ia keluar dari Bauhaus karena berbada pendaat dengan Gropius. Ia dianggap mengajar tidak sesuai dengan prinsip Bauhaus yang menekankan pada rasionalsime dan desain untuk mesin.

 Pengaruh Bauhaus terhadap modernisme 

            Perkembangan dan prihatin Gropius terhadap modernisme dan industrialisasi tampak dari moto sekolah Bauhaus “ A unity of art and handicraft’ menjadi ‘art and technology, a new unity’. Romantisme abad pertengahan dan ekspresionisme diganti oleh desain terapan yang sangat rasional dan dapat diproduksi secara missal menggunakan mesin.

            Setelah ditutup tahun 1932 selama tahun terakhir, Bauhaus dipindahkan ke kota Berlin oleh Miss Van der Rohe. Bauhaus ditutup oleh para pendukungnya pada bulan April 1933 akibat tekanan yang semakn kuat. Mereka dituduh penganut komunis Bolshvik- dari pemerintahan Jerman.

Lazlo Moholy-Nagy  merupakan seorang tokoh yang terkenal dengan desain yang memanfaatkan tipografi dengan cermat: “tipografi adalah alat komunikasi, harus berkomunikasi dalam bentuknya yang paling kuat”. “ kejelasan sangat penting.”. tingkat keterbacaan juga merupakan perhatian baginya selain juga menciptakan bahasa tipografi ayng lentur.

Secara singkat dapat disebutkan bahwa jasa Bauhaus terbesar adalah:

-         menciptakan metode pendidikan seni rupa, desain, kriya dan arsitektur yang terpadu

-         memberi bentuk yang lebih jelas mengenai apa dan bagaimana desain modern (yang kemudian dikenal dengan nama “international style”)

 Selain tuntutan dunia industri terhadap masalah-masalah desain yang lebih fleksibel dan bisa diproduksi secara massal, juga didorong revolusi desain dari kemunculan tren Gaya Art-Deco di Paris, Prancis, dan kelompok De-Stijl di Rotterdam, Belanda, pada periode yamg sama.
Bauhaus lebih mengutamakan kepada penciptaan prinsip-prinsip dasar desain modern sedangkan Art-Deco lebih kepada hasil penerapannya. Tapi keduanya memiliki tujuan yang sama yaitu menjadikan karya desain sebagai milik semua kalangan masyarakat. Tidak terbatas pada kaum aristokrat. Sehingga dalam perkembangannya sulit dipisahkan pengaruh Bauhaus terhadap desain bergaya Art-Deco, terutama dibidang seni lukis, desain furnitur, desain tekstil dan fashion.
Revolusi desain oleh Bauhaus berintikan penolakan secara formal terhadap sejarah seni yang disebut anti-historism pada masyarakat yang sangat konservatif–antitesis dari lembaga yang sama di Paris, Prancis, Ecole des Beaux Arts yang mengutamakan pendidikan sejarah seni–dan hal inilah yang memberi pengaruh sangat besar terhadap perkembangan desain dan industri di dunia sampai saat ini.
 SeniBauhaus
Pada awal berdirinya, Bauhaus memfokuskan diri pada masalah seni dan kerajinan, sehingga para pengajar di Bauhaus didominasi seniman dan perajin, terutama pelukis modern dibanding arsitek, walaupun pendirinya arsitek muda kawakan. Tokoh-tokoh seni di Bauhaus diantaranya Paul Klee, Oskar Schlemmer, Wassily Kandinsky, El Lissitzky, Lazlo Moholy-Nagly, Marcks, Feinninger, Munche Schlemmer, dan Johannes Itten. Mereka dikenal sebagai Master of Form dan kebanyakan berasal dari Rusia.Karya seni lukis Bauhaus kebanyakan berbentuk kubisme dan ekspresionisme yang merupakan pengaruh dari pelukis modern Rusia bergaya konstruktivisme. Pesatnya perkembangan industri dan meningkatnya kebutuhan alat rumah tangga–seiring perubahan dari tatanan masyarakat agraris ke masyarakat industri akibat dari revolusi industri–desain produk seperti furnitur dan alat rumah tangga lain yang kebanyakan didominasi bahan metal, kulit dan kaca, mulai mendapat perhatian di Bauhaus

Eksperimen bentuk untuk produk-produk industri dikenalkan oleh tokoh muda Bauhaus, Josef Albert (1888-1976). Untuk produk furnitur, yang paling menonjol dan masih diproduksi sampai sekarang adalah karya desainer Marcel Bruer diantaranya Wassily Chair dan B32 Chair. Seni Bauhaus tetap menjadi literatur para desainer, baik dibidang furnitur, seni lukis, desain mode dan fashion sampai saat ini.

ArsitekturBauhaus

Pada awal berdirinya Bauhaus di kota Wiemar, bidang arsitektur belum mendapat perhatian khusus. Para arsitek yang terlibat dalam ‘kuil desain’ Bauhaus hanya membicarakan arsitektur pada skala cabang-cabang desain berupa desain material bangunan. Setelah kepindahan Bauhaus dari kota Wiemar ke kota Dessau 1926, baru bidang arsitektur mendapat perhatian khusus. Hal ini mulai terlihat pada kampus baru Bauhaus di Dessau yang didesain oleh Walter Gropius dengan penampilan bangunan berbentuk kubus dengan atap datar serta a-simetris dan tanpa ornamentasi, yang sebenarnya mulai menjadi tren di Jerman waktu itu. Komponen bangunan terdiri dari pre-pabrikasi beton, beton bertulang, kaca dan metal dalam bentuk produksi massal.

Gedung Bauhaus yang baru ini terdiri dari ruang studio, bengkel seni, teater, auditorium, gymnasium, ruang dosen dan kantin serta kantor berpraktek arsitek bagi Walter Gropius. Pada 1927 baru didirikan jurusan arsitektur yaitu setahun setelah pindah ke Dessau. Ketika kepemimpinan Bauhaus beralih dari Walter Gropius ke Hannes Meyer–seorang arsitek Swiss kawakan–pada 1928 program pendidikan arsitektur lebih terfokus pada permasalah kota, yaitu berdasarkan realitas sosial yang ada dimana terjadi permintaan akan pemukiman bagi para pekerja pabrik akibat pertumbuhan industri. Sehingga arsitektur yang tampil adalah berupa bagunan sederhana, murah dan dapat dibongkar pasang, termasuk furniturnya. Pada periode ini terdapat para pengajar bidang perkotaan antara lain Mart Stamp, Ludwig Hilberseimer dan Hannes Meyer sendiri. Dari 1930-1932 terjadi kemunduran berarti di Bauhaus yaitu pada masa kepemimpinan Ludwig Mies van der Rohe. Pada 1933 Bauhaus pindah ke kota Berlin dan ditutup pada tanggal 10 Agustus 1933 oleh pemerintahan NAZI. Tokoh-tokoh Bauhaus banyak yang berimigrasi ke Amerika Serikat termasuk Mies van der Rohe yang kembali menemukan popularitasnya di sana dengan menjadi pimpinan Illinos Institute of Technology di Chicago. Tokoh sentral Bauhaus yang tetap dikenang sampai sekarang dalam pendidikan arsitektur adalah Walter Gropius dan Hannes Meyer. Daya tarik dan nama besar Bauhaus telah membuat Yayasan Bauhaus di Dessau kembali mendirikan sekolah yang bernama Bauhaus Kolleg pada 1999, tetapi nafasnya sangat jauh berbeda dan semangat ini lebih kepada romatisme terhadap Bauhaus. Perlu dipahami bahwa pengertian arsitektur Bauhaus tidak terbatas pada jurusan arsitektur yang ada di Bauhaus, tetapi karya-karya arsitektur yang lahir bersamaan dengan Bauhaus yaitu dari arsitek yang aktif di Deutscher Werkbund.Arsitek-arsitek yang karyanya dianggap berideologi Bauhaus antara lain; arsitek Peter Behrens dengan karya AEG Turbin factory Assembly Hall (di Berlin 1908-1909), arsitek Hans Poelzig dengan karya Sulphuric Acid Factory (di Luban, 1911-1912), arsitek Walter Gropius, Adolf Meyer dan Edward Werner dengan karya Fagus Shoe last Factory (di Leine, 1910-1914), arsitek Erich Mendelsohn dengan karya Einstein Tower (di Postdam, 1920-1921) dan Schocken Department Store (di Stuttgart, 1926-1928), arsitek Fritz Hoger dengan karya Chile House (di Hamburg, 1922-1924), arsitek Adolf Loos dengan karya Goldman & Salalsch Building (di Vienna, 1909-1911), dan arsitek Bruno Taut dan Martin Wagner dengan karya Britz Estate (di Berlin, 1925-1927).

Pada dasarnya arsitektur Bauhaus bercirikan denah yang signifikan dengan aktifitas dan fungsi antar ruang yang saling berkaitan–yang kebanyakan berupa bangunan pabrik–terbebas dari aturan gaya arsitektur dan ornamentasi. Selain itu juga berupa bangunan tinggi dengan mengekspos tangga atau elevator serta berdinding kaca. Dalam ranah arsitektur, pengaruh Bauhaus masih terasa sampai sekarang, karena Bauhaus telah berhasil membebaskan arsitektur dari tradisi lama berwujud greeko-roman yang historism, serta membuka jalan bagi perkembangan arsitektur modern. Walaupun sesudahnya mendapat kritikan yang tajam terhadap perkembangan arsitektur modern dengan stream–The International Style. Bagaimanapun Bauhaus telah menjadi pencetus ideologi baru di bidang desain, meskipun umurnya tidak begitu panjang. Termasuk terhadap perkembangan desain pada seni dan arsitektur di Indonesia. penulis adalah seorang arsitek, anggota ikatan arsitek indonesiaPerkembangan Bauhaus sampai saat ini
Pergeseran-pergeseran nilai di dalam arsitektur, selalu terjadi dari masa ke masa. Hal tersebut tidak terlepas dari faktor esensi di dalam arsitektur, yaitu ‘Konsep Ruang’. Pemikiran mengenai ‘ruang’ baik secara filosofis, simbolis, maupun formalistis, telah dimulai sejak berabad-abad yang lalu. Berdasarkan beberapa referensi yang didapat, abad ke-20 merupakan puncak dari berbagai penelitian mengenai ruang, khususnya dikaitkan dengan ilmu arsitektur (hal tersebut ditandai dengan lahirnya Gerakan Arsitektur dan Interior Modern tahun 1925). Lahirnya spesialisasi pada Gerakan Arsitektur dan Interior Modern, tidak dapat dilepaskan dari pemahaman mengenai studi ruang dari sekolah Bauhaus di Jerman. Sekolah Bauhaus didirikan pada tahun 1919 di Weimar oleh Walter Gropius. Beberapa tokoh yang lahir dari sekolah ini, antara lain: Walter Gropius, Johannes Itten, Lyonel Freininger, Josef Albers, Paul Klee, Lazlo Moholy Nagy, Wassily Kandinsky, Marcel Breuer, Ludwig Mies van der Rohe, dan sebagainya.
Arsitektur merupakan suatu produk budaya yang di!ahirkan untuk rnemenuhi kebutuhan manusia, oleh karenanya beberapa perubahan dan pergeseran nilai yang terjadi tidak terlepas dari permasalahan sosial-budaya yang melingkupinya. Berbagai perubahan sosial yang terjadi di Eropa, baik secara langsung maupun tidak langsung telah mempengaruhi pola pikir para arsitek saat itu, didalam menafsirkan
uang’. Misalnya era Yunani yang menafsirkan ‘ruang’ berdasarkan pemahaman filosofi alam, era Abad Pertengahan menafsirkan ‘ruang’ berdasarkan pandangan kosmologis, era modern menafsirkan ‘ruang’ berdasarkan pandangan anthroposentris, dan sebagainya.

Namun demikian sebagai suatu produk budaya yang bernilai guns, maka arsitektur selalu dituntut untuk menyesuaikan diri dengan berbagai fenomena yang terjadi pada masyarakat sesuai dengan kondisi jaman (zeitgeist).

marcel-breuer-wassily-1925.jpglampu-kaca-untuk-meja-1923-1924-karya-karl-j-jucker-dan-wilhelm-wagenfeld.jpgkandinskys-der-blaue-reiter-1903.jpgin-his-own-words-composition-vii-was-the-most-complex-piece-he-ever-painted.jpgan-early-period-work-munich-schwabing-with-the-church-of-st-ursula.jpg

Komentar bertahan »

Art Deco

Art deco

Asal Mula Kata Art Deco

Kata Art Deco termasuk terminologi yang baru pada saat itu, diperkenalkan pertama kali pada tahun 1966 dalam sebuah katalog yang diterbitkan oleh Musée des Arts Decoratifs di Paris yang pada saat itu sedang mengadakan pameran dengan tema “Les Années 25”. Sejak saat itu nama Art Deco dipakai untuk menamai seni yang saat itu sedang populer dan modern. Munculnya terminologi itu pada beberapa artikel semakin membuat nama Art Deco eksis. Art Deco semakin mendapat tempat dalam dunia seni dengan dipublikasikannya buku “Art Deco” karangan Bevis Hillier di Amerika pada tahun 1969. Art Deco merupakan salah satu langgam yang sangat luas penerapannya, berbagai macam contoh dapat kita jumpai, dalam arsitektur, pakaian, poster dan peralatan rumah tangga serta masih banyak lagi contoh lain. Mekipun tersedia beragam benda yang memakai langgam Art Deco, namun tidaklah mudah mendefiniskan bagaimana langgam Art Deco tersebut. Setiap negara yang menerima langgam Art Deco mengembangkannya sendiri, memberikan sentuhan lokal sehingga Art Deco di suatu tempat akan berbeda dengan Art Deco di tempat lain.

Art Deco

Art Deco adalah gayahias yang lahir setelah Perang Dunia II. Bentuk ornament ini cenderung kaku dan bersudut sudut. Tema popular dalam Art Deco adalah bentuk – bentuk bersifat trapezoid, zig – zag, geometri, dan puzzle, ornamen yang digunakan lebih beraturan dan banyak menggunakan garis – garis atau persegi. .Dalam perjalanannya Art Deco dipengaruhi oleh berbagai macam aliran modern, antara lain Kubisme, Futurisme dan Konstruktivisme serta juga mengambil ide-ide desain kuno misalnya dari Mesir, Siria dan Persia. Seniman Art Deco banyak bereksperimen dengan memakai teknik baru dan material baru, misalnya metal, kaca, bakelit serta plastik dan menggabungkannya dengan penemuan-penemuan baru saat itu, lampu misalnya, karya-karya mereka memakai warna-warna yang kuat serta bentuk-bentuk abstrak dan geometris misalnya bentuk tangga, segitiga dan lingkaran terbuka, tetapi mereka kadang masih menggunakan motif-motif tumbuhan dan figur, tetapi motif-motif tersebut cenderung mempunyai bentuk yang geometris. Komposisi elemen-elemennya mayoritas dalam format yang sederhana.  Desain Art Deco banyak menggunakan bahan – bahan mahal dan sedikit ornamen hias.. Art Deco muncul untuk memenuhi selera dan kebutuhan konsumen menengah ke atas yang sesaat. gaya Art Deco ini juga disebut gaya Moderne atau Modernistik, yaitu perpaduan antara bentuk baru yang disederhanakan dengan kecenderungan dekoratif lama. Bila modernisme menggunakan pendekatan “less is more” makan Art Deco mencoba tampil di tengah – tengah jaman modernisme tetapi dengan memanfaatkan ornamen hias, Bila modernisme berpegan pada ” form follows function” maka Art deco tampil tiba – tiba dengan gaya hiasnya.

Para Seniman Art Deco

Beberapa desainer sangat identik dengan Art Deco, misalnya Jaques-Emile Ruhlmann yang dikenal sebagai master Art Deco melalui karya mebelnya yang hampir selalu memakai material mahal. Desainer mebel lain misalnya Paul Follot, Pierre Chareau, Clement Rousseau, tim desain Süe et Mare (Louis Süe and André Mare), Eileen Gray serta Kem Weber. Rene Lalique dikenal dengan hiasan dari kaca dan desain perhiasannya, Susie Cooper dan Clarice Cliff terkenal dengan keramiknya, Jean Puiforcat dengan perak dan pekerjaan metalnya, Paul Poiret terkenal dengan motif tekstilnya, dan A.M Cassandre dikenal dengan poster-posternya. Dan Jika Prof. Ir. Charles Proper Wolff Schoemaker dan Albert Frederik Aalbers tidak menginjakkan kakinya di Indonesia, mungkin kita tidak akan mengenal arsitektur Art Deco.Dari pakaian, perhiasan, poster, perabot, peralatan rumah tangga hingga arsitektur, semua karya-karya ini memeriahkan dunia Art Deco, para seniman yang menghasilkannya berasal dari bermacam-macam latar belakang mencoba menghadirkan karya-karya yang dapat memenuhi kebutuhan manusia saat itu ditengah perubahan jaman. Partisipasi masyarakat luaslah yang membuat seni ini menjadi spektakuler. 

Karya seni Art Deco

 

 

jacquesemileruhlmanndressingta.jpg

 Jaques-Emile Ruhlmann’s Table Dressing

ruhlmanndaybed1920s.jpg

Jaques-Emile Ruhlmann’s Day Bed

2598.jpg

Rene Lalique’s Vas

 rene-lalique-dragonfly.jpg

Rene Lalique’s Dragon Fly

280px-gradbandslime2.jpg

Susie Cooper

cc.jpg

Clarice Cliff

silver09.jpg

Jean Puiforcat

jeanpuiforcatclocknickelplated1.jpg

Jean Puiforcat’s Clock

gala3.jpg

Paul Poiret

webonal.jpg

A.M Cassandre

bragabuilding3.jpg 

Jika Prof. Ir. Charles Proper Wolff Schoemaker dan Albert Frederik Aalbers tidak menginjakkan kakinya di Indonesia, mungkin kita tidak akan mengenal arsitektur Art Deco.

Pengaruh Art Deco

Art Deco di Indonesia

Pengaruh Art Deco di Indonesia dibawa oleh arsitek-arsitek Belanda, salah satu diantara mereka adalah C.P. Wolff Schoemaker dan A.F. Aalbers. Hotel Preanger Bandung rancangan Schoemaker merupakan arsitektur berlanggam Art Deco dengan ciri khasnya elemen dekoratif geometris pada dinding eksteriornya. Selanjutnya perkembangan arsitektur Art Deco di Indonesia tampil lebih sederhana, mereka lebih mengutamakan pola garis-garis lengkung dan bentuk silinder, contoh konkret dari konsep ini adalah Vila Isola Bandung (sekarang gedung IKIP), juga rancangan Schoemaker. Kesederhanaan bentuk belumlah mewakili semua konsep arsitektur Art Deco ini karena kedinamisan ruang interior dapat dilihat dalam lay out bangunannya.

preanger1890.jpg

Hotel Preanger Bandung

isola-voorzijde-klein.jpg

Vila Isola Bandung (sekarang gedung IKIP)

Perkembangan Art Deco akhir di Indonesia mengacu pada kedinamisan dan bentuk plastis yang kelenturan fasadenya merupakan pengejawantahan dari kemoderenan teknologi arsitektural. Contoh fasade yang dinamis salah satunya adalah fasade hotel Savoy Homann Bandung yang dirancang oleh A.F. Aalbers.

 art5_homann.jpgHotel Savoy Homann Bandung  Lengkungan yang ditampilkan itu merupakan ekspresi gerak, teknologi modern dan rasa optimisme. Orang-orang sering menjuluki lengkungan itu dengan “Ocean Liner Style” hal ini mengacu pada bentuk kapal pesiar yang pada saat itu merupakan karya manusia yang patut dibanggakan, jadi bentukan kapal, bentuk lengkung dijadikan sebagai ekspresi kemoderenan. Di Indonesia tentunya banyak bangunan berlanggam Art Deco yang masih harus dicari dan diteliti. Arsitektur ini merupakan salah kekayaan Arsitektur Indonesia.

Dan pengaruh – pengaruh lainnya di Indonesia maupun di negara lain, seperti:

6c7436426c645f3761703753326f7467647567-100x100-0-01.jpg        jr505461.jpg         art-deco-chareau-moser-hoffmann-chair1.jpg

fire_basket_art-deco-pol.jpg           walnut_leaded_glass_display_cab_0175x1751.jpg Selain furnitur juga mempengaruhi arsitektur, seperti:

 

dmiami-southbeach-art-deco-building.jpg

Hotel Miami Beach

 

art_deco_mugs.jpg

Mug – Mug sekarang seperti di atas. Semuanya dipengaruhi oleh Art Deco.

Komentar bertahan »

Art Nouveau

Ciri – ciri Art Nouveau.

Pada era Art Nouveau karya – karyanya memiliki gaya dekoratif tumbuh – tumbuhan yang meliuk liuk dan tidak kaku. Kurva – kurvanya merupakan kurva melengkung. Selain menggambarkan jenis flora art nouveau juga menggambarkan kecantikan wanita. Tidak hanya itu pada beberapa karyanya juga terdapat gambar hewan. Asal – usul Art Nouveau.

Art Nouveau sendiri muncul di Eropa  dan Amerika pada tahun 1819 sampai menjelang perang dunia I, yaitu pada tahun 1914. Art nouveau muncul sebagai reaksi terhadap industrialisasi dan gaya mesin yang dianggap menghilangkan sifat manusiawi dalam seni dan pembuatan barang – barang kebutuhan manusia. Art Nouveau ini merupakan kelanjutan dari Art & Craft Movement yang lahir karena adanya revolusi industri. Para seniman – seniaman Art nouveau menolak adanya kerja seni yang dilakukan oleh mesin. Karena menghasilkan karya – karya yang cenderung kaku karena merupakan cetakan dari mesin. Oleh karena itu ukiran dan ulir flora yang dibuat cenderung berlebihan untuk menekankan emosi yang ada. Asal mula nama Art nouveau berasal dari sebuah galeri seni di Perancis yang dibuka pada tahun 1985 oleh Siegfried dengan nama Maison de l’Art Nouveau . Adapun beberapa nama sebutan Art Nouveau diberbagai daerah di Eropa: Jerman = Jugendstil (yang artinya anak muda) diambil dari sebuah majalah Die JugendAustria = Vinna SecessionItalia = Stile LibertySpanyol = ModernistaInggris = Glassgrow Scholl Karya – karya dengan gaya Art Nouveau :

Aplikasi gaya art nouveau ini dapat ditemui dalam seni arsitektur seperti Katedral La Sagrada Familia karya Antoni Gaudi, furniture, perabotan logam, ilustrasi buku, lukisan, poster – poster karya Mucha Alphonse serta barang – barang cetakan lainnya. Namun dalam perkembanganya karya Art Nouveau sendiri menjadi semakin luas. Tidak hanya seperti yang disebutkan di atas tetapi menjadi semakin spesifik pemakaianya.

 

 

gambar ke 3 Dibuat oleh Katsushika Hokusai (1760-1849) menceritakan tentang gunung Fuji tampak di bawah sebuah gelombang di Kanagawa, Art Nouveau juga mendapat pengaruh dari seni rupa Jepang. Detail dekorasi Art Nouveau, terdapat pada sebuah dekorasi pintu di Milan, Itali pada abad ke 20. Tema Art Nouveau Nampak sangat jelas pada bagian sulur – sulur tumbuhan yang ada.  Tidak hanya lukisan dan arsitektur desain mebel juga dipengaruhi dengan Art Nouveau. Kursi – kursi dengan lengkungan dan ukiran – ukiran merupakan contoh karya yang bertemakan Art Nouveau. Mulanya mebel dengan gaya art nouveau ini dmulai dari rasionalisasi dilakukan oleh Michael Thonet dari Austria. Dia berhasil menemukan cara melengkungkan lempengan kayu bulat dengan sistem penguapan dan pemanasan pada suhu tertentu. Manfaat dari proses ini adalah penghematan tenaga dan waktu, serta memudahkan pengangkutan dan penggudangan. Hasil penemuan Thonet ini merupakan sistem produksi massa yang pertama di dalam sejarah produksi mebel. Ketika masa itu Eropa sedang mengalami Revolusi Industri. Dengan ditemukanya penemuan dari Michael Thonet maka pengolahan ini dapat diterima. Art Nouveau saat itu sangat berpengaruh pada motif mebel, dengan ciri motif tumbuh-tumbuhan hal ini dinilai sebagai aspek dekorasi atau hiasannya   Perkembangan Art Nouveau di berbagai daerah: INGGRIS Inggris merupakan negara awal munculnya Revolusi Indurtri, yaitu pada sekitar abad ke 19 terdapat seorang seniman William Morris yang membuat wallpaper dengan Art Nouveau yang sangat khas. Dalam karyanya tersebut terdapat motif tumbuh – tumbuhan yang sangat kental. (Karya nya tersebut dapat dilihat pada bagian Art & Craft Movement) Salah satu karya awal Art Nouveau di Inggris lainya adalah desain mebel yang dituangkan oleh Arthur Mackmurdo dalam desain sebuah kursi pada tahun 1882. Pada karyanya ia menggunakan garis – garis lengkung dan pola – pola organik seperti tumbuhan.  PERANCIS Banyak seniman – seniman yang berasal dari Perancis. Seperti misalnya Hector Germain yang membangun Metro Station. Ia menggunakan logam dan kaca dan menghias bagian lengkung dengan menggunakan besi tema dalam karyanya. Karyanya tersebut merupakan salah satu karya dari Art Nouveau yang mengesankan karena memiliki lengkun yang natural.  Seniman lain asal Perancis adalah Alphonse Mucha yang membuat poster Job Cigarettes yang sangat terkenal. Dalam karyanya Mucha menggunakan garis melengkung seperti cambuk, bunga, wanita dengan rambut panjang teruntai kebawah. Poster ini menggambarkan seorang actor perancis,Sarah Bernhardt yang ketika itu dibayar dalam produksi iklan. Poster Job Ciggarettes ini digunakan dalam perikalan rokok  JERMAN DAN AUSTRIA  Di Austria seniman yang berkarya dengan gaya Art Nouveau adalah Gustav Klimt, ia melukis Klimt’s The Kiss pada tahun 1907-1908. Ia memilih desain mosaick, garis-garis melingkar pada latar dan karakter 2 dimensi untuk mengekspresikan erotisme dan depresi. Seniman lainya adalah Hermann Obrist, August Endell SPANYOL Antoni Gaudi seorang arsitek berkebangsaan  spanyol, ia mendesain ulang bagian depan sebuah bangunan apertemen di barselona. Ia menggunakan garis – garis melengkung, pilar – pilar yang terihat seperti tulang kaki memperlihatkan gaya Art Nuveau yang bercirikan organik.  AMERIKA Di Amerika perkembangan Art Nouveau banyak ditemui pada desain – desain mangkuk ataupun vas. Motif yang digunakan berupa garis – garis natural, ada yang berupa hewan katak (Magkuk minum Rookwood), atau ada juga Tiffany vase yang dibuat oleh Louis Comfort Tiffany yang menggunakan menggunakan bentuk tumbuh – tumbuhan yang dekoratif. Pengaruh Art Nouveau di IndonesiaDalam seni rupa Indonesia perkembangan Art Nouveau dapat di lihat dari lukisan – lukisan Raden Saleh. Lukisan – lukisan Raden Saleh sering menggambarkan binatang dengan sangat kuat. Tidak saja sebagai pendukung, namun juga menjadi identitas dalam menggambarkan nasionalismenya.  Salah satu perkembangan Art noveau yang mempengaruhi desain di tanah air adalah desain mebel serta ukiran yang ada di Jepara. Desain pada kursi, meja ataupun sekedar hiasan dinding menggunakan ukiran – ukiran berupa tumbuh – tumbuhan, dengan sulur – sulur yang meliuk – liuk ini tanpa kita sadari bahwa Art Nouveau sendiri telah masuk ke Indonesia. Tidak hanya itu desain Interior ataupun eksterior (arsitektur) Art Nouveau juga hadir. Pengaruh Arsitektur dengan gaya Art Nouveau mulai di bawa oleh arsitek P.A.J. Moijen sekira tahun 1905. Gaya ini banyak dipengaruhi dari Eropa. Seni ini juga banyak di padukan dengan Art Deco yang dibawa oleh arsitek berikutnya. Salah satu tempat tersebut adalah pertokoan Braga di Bandung. Hingga kini gaya dari dari Art Nouveau itu sendiri sebenarnya sudah dekan dengan kita. Rumah – rumah dengan hiasan flora masyarakat kelas menengah ke atas merupakan contoh termudah mengenai pengaruh Art Nouveau yang besar dan hidup hingga sekarang.  Dalam dunia fesyen tradisional ataupun modern batik ataupun kebaya merupakan karya seni dan identisas budaya Indonesia yang sudah sangat kita kenal. Apabila kita cermati, hiasan serta ornamaen kain – kain tersebut banyak menggunakan hiasan tumbuh – tumbuhan, entah itu sulur – sulur ataupun flora dan bunga – bunga. Ternyata tanpa kita sadari banyak benda –benda disekitar kita yang mungkin dipengaruhi dalam seni Art Nouveau.

job.jpgmuka.jpgombak.jpg

Komentar bertahan »

Arts and Crafts Movement

Gerakan seni dan griya adalah gerakan yang terjadi di akhir abad ke 19 dan awal abad ke 20. Gerakan ini diinspirasi oleh tulisan-tulisan John Ruskin dan idealisme seniman untuk membanggakan hasil kerja tangannya sendiri. Gerakan yang berlangsung di Inggris dan Amerika ini didasari untuk melawan revolusi industri, karena para seniman tersebut merasa apabila seni yang didasari emosi digabung dengan mesin yang sangat rasional, seni akan kehilangan jiwanya sendiri. Karena hasil karya dengan mesin ini dirasakan akan menjadi akar dari monotonisme yang akan berdampak buruk pada seni.

 

John Ruskin ini sendiri adalah seorang seniman eksentrik yang mempunyai pengaruh cukup besar pada seni era Victorian dan Edwardian. Beliau juga menulis sebuah buku yang nantinya menginspirasi Mahatma Gandhi untuk gerakannya, pikiran bebasnya tentang ekonomi social dan menolak kapitalisme menjadi tonggak Gandhi untuk memperjuangkan kemerdekaan India.

 

Bersama William Morris, Ruskin membentuk Art Workers’ Guild pada 1884 untuk meruntuhkan penghalang antara pelukis, pengrajin, dan arsitek. Kata-kata Arts and Crafts sendiri digunakan atas usul T J Cobden-Sanderson.

 Sebenarnya gerakan ini walau menolak pembuatan karya seni dengan mesin, bukanlah gerakan yang anti modernisme dan anti industrialisme. Orang-orang eropa merasakan pentingnya penggunaan mesin, tapi hanya untuk pekerjaan yang berulang-ulang. Muthesius, yang merupakan kepala desain pemerintahan Jerman, yang disaat itu bangsa jerman dekat dengan penggunaan mesin, merasakan bahwa seni harus disebarluaskan, yang dia sebut sebagai demokratisasi seni. Dan karena pendapatnya ini terjadi konflik antara dia dan Henry Van de Velde yang merasakan produksi masal adalah ancaman untuk kreatifitas dan individualitas.

Tokoh-tokoh yang cukup terkenal pada zaman ini adalah William Morris, Charles Robert Ashbee, T. J. Cobden Sanderson, Walter Crane, Nelson Dawson, Phoebe Anna Traquair, Herbert Tudor Buckland, Charles Rennie Mackintosh, Christopher Dresser, Edwin Lutyens, Ernest Gimson, William Lethaby, Edward Schroeder Prior, Frank Lloyd Wright, Gustav Stickley, Greene & Greene, Charles Voysey, dan Christopher Whall dan para seniman-seniman Pre-raphaelite, yang merupakan gerakan serupa dengan gerakan seni dan griya ini. 

Pada era ini, karya-karya seni mempunyai ciri-ciri bermotif  rumit yang sukar dibuat dengan mesin, gerakan ini juga adalah pelopor dimulainya Art Nouvou yang bercirikan feminisme dan ornamen-ornamen makhluk hidup.

 

Artichoke

Artichoke, karya John Henry Dearle, tahun 1897. disini dapat dilihat motif yang sangat rumit. dan ornamen-ornamen dekoratif yang nantinya menggagasi art nouveau sudah muncul Warna-warna yang soft yang disini mewakili feminisme terlihat dominan.

 


swan_and_rush_crane.jpg

Swan Rush, and Iris karya Walter Crane ini menampilkan bentuk makhluk hidup. masih menampilkan ornamen-ornamen makhluk hidup, kurva yang menunjukkan feminisme.

 

 

morris.jpg

 

Grafton wallpaper, karya William Morris. corak yang umum pada karya art dekoratif transisi ke art nouveau. tapi yang mau saya bahas disini adalah kemiripannya dengan batik. hal ini merupakan sebuah fenomena dimana perbedaan budaya dan jarak yang sangat jauh bisa menghasilkan sebuah karya yang mirip. namun kesenian batik sendiri tidak baru tumbuh setelah gerakan ini, kesenian batik indonesia, sudah ada jauh sebelum bangsa barat masuk ke indonesia. kami menyimpulkan bahwa era dekoratif tumbuhan / makhluk hidup sudah ada sebelum era yang disebut art nouveau muncul di eropa.

semoga berguna

Komentar bertahan »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.