Arts and Crafts Movement

Gerakan seni dan griya adalah gerakan yang terjadi di akhir abad ke 19 dan awal abad ke 20. Gerakan ini diinspirasi oleh tulisan-tulisan John Ruskin dan idealisme seniman untuk membanggakan hasil kerja tangannya sendiri. Gerakan yang berlangsung di Inggris dan Amerika ini didasari untuk melawan revolusi industri, karena para seniman tersebut merasa apabila seni yang didasari emosi digabung dengan mesin yang sangat rasional, seni akan kehilangan jiwanya sendiri. Karena hasil karya dengan mesin ini dirasakan akan menjadi akar dari monotonisme yang akan berdampak buruk pada seni.

 

John Ruskin ini sendiri adalah seorang seniman eksentrik yang mempunyai pengaruh cukup besar pada seni era Victorian dan Edwardian. Beliau juga menulis sebuah buku yang nantinya menginspirasi Mahatma Gandhi untuk gerakannya, pikiran bebasnya tentang ekonomi social dan menolak kapitalisme menjadi tonggak Gandhi untuk memperjuangkan kemerdekaan India.

 

Bersama William Morris, Ruskin membentuk Art Workers’ Guild pada 1884 untuk meruntuhkan penghalang antara pelukis, pengrajin, dan arsitek. Kata-kata Arts and Crafts sendiri digunakan atas usul T J Cobden-Sanderson.

 Sebenarnya gerakan ini walau menolak pembuatan karya seni dengan mesin, bukanlah gerakan yang anti modernisme dan anti industrialisme. Orang-orang eropa merasakan pentingnya penggunaan mesin, tapi hanya untuk pekerjaan yang berulang-ulang. Muthesius, yang merupakan kepala desain pemerintahan Jerman, yang disaat itu bangsa jerman dekat dengan penggunaan mesin, merasakan bahwa seni harus disebarluaskan, yang dia sebut sebagai demokratisasi seni. Dan karena pendapatnya ini terjadi konflik antara dia dan Henry Van de Velde yang merasakan produksi masal adalah ancaman untuk kreatifitas dan individualitas.

Tokoh-tokoh yang cukup terkenal pada zaman ini adalah William Morris, Charles Robert Ashbee, T. J. Cobden Sanderson, Walter Crane, Nelson Dawson, Phoebe Anna Traquair, Herbert Tudor Buckland, Charles Rennie Mackintosh, Christopher Dresser, Edwin Lutyens, Ernest Gimson, William Lethaby, Edward Schroeder Prior, Frank Lloyd Wright, Gustav Stickley, Greene & Greene, Charles Voysey, dan Christopher Whall dan para seniman-seniman Pre-raphaelite, yang merupakan gerakan serupa dengan gerakan seni dan griya ini. 

Pada era ini, karya-karya seni mempunyai ciri-ciri bermotif  rumit yang sukar dibuat dengan mesin, gerakan ini juga adalah pelopor dimulainya Art Nouvou yang bercirikan feminisme dan ornamen-ornamen makhluk hidup.

 

Artichoke

Artichoke, karya John Henry Dearle, tahun 1897. disini dapat dilihat motif yang sangat rumit. dan ornamen-ornamen dekoratif yang nantinya menggagasi art nouveau sudah muncul Warna-warna yang soft yang disini mewakili feminisme terlihat dominan.

 


swan_and_rush_crane.jpg

Swan Rush, and Iris karya Walter Crane ini menampilkan bentuk makhluk hidup. masih menampilkan ornamen-ornamen makhluk hidup, kurva yang menunjukkan feminisme.

 

 

morris.jpg

 

Grafton wallpaper, karya William Morris. corak yang umum pada karya art dekoratif transisi ke art nouveau. tapi yang mau saya bahas disini adalah kemiripannya dengan batik. hal ini merupakan sebuah fenomena dimana perbedaan budaya dan jarak yang sangat jauh bisa menghasilkan sebuah karya yang mirip. namun kesenian batik sendiri tidak baru tumbuh setelah gerakan ini, kesenian batik indonesia, sudah ada jauh sebelum bangsa barat masuk ke indonesia. kami menyimpulkan bahwa era dekoratif tumbuhan / makhluk hidup sudah ada sebelum era yang disebut art nouveau muncul di eropa.

semoga berguna

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: