Art Deco

Art deco

Asal Mula Kata Art Deco

Kata Art Deco termasuk terminologi yang baru pada saat itu, diperkenalkan pertama kali pada tahun 1966 dalam sebuah katalog yang diterbitkan oleh Musée des Arts Decoratifs di Paris yang pada saat itu sedang mengadakan pameran dengan tema “Les Années 25”. Sejak saat itu nama Art Deco dipakai untuk menamai seni yang saat itu sedang populer dan modern. Munculnya terminologi itu pada beberapa artikel semakin membuat nama Art Deco eksis. Art Deco semakin mendapat tempat dalam dunia seni dengan dipublikasikannya buku “Art Deco” karangan Bevis Hillier di Amerika pada tahun 1969. Art Deco merupakan salah satu langgam yang sangat luas penerapannya, berbagai macam contoh dapat kita jumpai, dalam arsitektur, pakaian, poster dan peralatan rumah tangga serta masih banyak lagi contoh lain. Mekipun tersedia beragam benda yang memakai langgam Art Deco, namun tidaklah mudah mendefiniskan bagaimana langgam Art Deco tersebut. Setiap negara yang menerima langgam Art Deco mengembangkannya sendiri, memberikan sentuhan lokal sehingga Art Deco di suatu tempat akan berbeda dengan Art Deco di tempat lain.

Art Deco

Art Deco adalah gayahias yang lahir setelah Perang Dunia II. Bentuk ornament ini cenderung kaku dan bersudut sudut. Tema popular dalam Art Deco adalah bentuk – bentuk bersifat trapezoid, zig – zag, geometri, dan puzzle, ornamen yang digunakan lebih beraturan dan banyak menggunakan garis – garis atau persegi. .Dalam perjalanannya Art Deco dipengaruhi oleh berbagai macam aliran modern, antara lain Kubisme, Futurisme dan Konstruktivisme serta juga mengambil ide-ide desain kuno misalnya dari Mesir, Siria dan Persia. Seniman Art Deco banyak bereksperimen dengan memakai teknik baru dan material baru, misalnya metal, kaca, bakelit serta plastik dan menggabungkannya dengan penemuan-penemuan baru saat itu, lampu misalnya, karya-karya mereka memakai warna-warna yang kuat serta bentuk-bentuk abstrak dan geometris misalnya bentuk tangga, segitiga dan lingkaran terbuka, tetapi mereka kadang masih menggunakan motif-motif tumbuhan dan figur, tetapi motif-motif tersebut cenderung mempunyai bentuk yang geometris. Komposisi elemen-elemennya mayoritas dalam format yang sederhana.  Desain Art Deco banyak menggunakan bahan – bahan mahal dan sedikit ornamen hias.. Art Deco muncul untuk memenuhi selera dan kebutuhan konsumen menengah ke atas yang sesaat. gaya Art Deco ini juga disebut gaya Moderne atau Modernistik, yaitu perpaduan antara bentuk baru yang disederhanakan dengan kecenderungan dekoratif lama. Bila modernisme menggunakan pendekatan “less is more” makan Art Deco mencoba tampil di tengah – tengah jaman modernisme tetapi dengan memanfaatkan ornamen hias, Bila modernisme berpegan pada ” form follows function” maka Art deco tampil tiba – tiba dengan gaya hiasnya.

Para Seniman Art Deco

Beberapa desainer sangat identik dengan Art Deco, misalnya Jaques-Emile Ruhlmann yang dikenal sebagai master Art Deco melalui karya mebelnya yang hampir selalu memakai material mahal. Desainer mebel lain misalnya Paul Follot, Pierre Chareau, Clement Rousseau, tim desain Süe et Mare (Louis Süe and André Mare), Eileen Gray serta Kem Weber. Rene Lalique dikenal dengan hiasan dari kaca dan desain perhiasannya, Susie Cooper dan Clarice Cliff terkenal dengan keramiknya, Jean Puiforcat dengan perak dan pekerjaan metalnya, Paul Poiret terkenal dengan motif tekstilnya, dan A.M Cassandre dikenal dengan poster-posternya. Dan Jika Prof. Ir. Charles Proper Wolff Schoemaker dan Albert Frederik Aalbers tidak menginjakkan kakinya di Indonesia, mungkin kita tidak akan mengenal arsitektur Art Deco.Dari pakaian, perhiasan, poster, perabot, peralatan rumah tangga hingga arsitektur, semua karya-karya ini memeriahkan dunia Art Deco, para seniman yang menghasilkannya berasal dari bermacam-macam latar belakang mencoba menghadirkan karya-karya yang dapat memenuhi kebutuhan manusia saat itu ditengah perubahan jaman. Partisipasi masyarakat luaslah yang membuat seni ini menjadi spektakuler. 

Karya seni Art Deco

 

 

jacquesemileruhlmanndressingta.jpg

 Jaques-Emile Ruhlmann’s Table Dressing

ruhlmanndaybed1920s.jpg

Jaques-Emile Ruhlmann’s Day Bed

2598.jpg

Rene Lalique’s Vas

 rene-lalique-dragonfly.jpg

Rene Lalique’s Dragon Fly

280px-gradbandslime2.jpg

Susie Cooper

cc.jpg

Clarice Cliff

silver09.jpg

Jean Puiforcat

jeanpuiforcatclocknickelplated1.jpg

Jean Puiforcat’s Clock

gala3.jpg

Paul Poiret

webonal.jpg

A.M Cassandre

bragabuilding3.jpg 

Jika Prof. Ir. Charles Proper Wolff Schoemaker dan Albert Frederik Aalbers tidak menginjakkan kakinya di Indonesia, mungkin kita tidak akan mengenal arsitektur Art Deco.

Pengaruh Art Deco

Art Deco di Indonesia

Pengaruh Art Deco di Indonesia dibawa oleh arsitek-arsitek Belanda, salah satu diantara mereka adalah C.P. Wolff Schoemaker dan A.F. Aalbers. Hotel Preanger Bandung rancangan Schoemaker merupakan arsitektur berlanggam Art Deco dengan ciri khasnya elemen dekoratif geometris pada dinding eksteriornya. Selanjutnya perkembangan arsitektur Art Deco di Indonesia tampil lebih sederhana, mereka lebih mengutamakan pola garis-garis lengkung dan bentuk silinder, contoh konkret dari konsep ini adalah Vila Isola Bandung (sekarang gedung IKIP), juga rancangan Schoemaker. Kesederhanaan bentuk belumlah mewakili semua konsep arsitektur Art Deco ini karena kedinamisan ruang interior dapat dilihat dalam lay out bangunannya.

preanger1890.jpg

Hotel Preanger Bandung

isola-voorzijde-klein.jpg

Vila Isola Bandung (sekarang gedung IKIP)

Perkembangan Art Deco akhir di Indonesia mengacu pada kedinamisan dan bentuk plastis yang kelenturan fasadenya merupakan pengejawantahan dari kemoderenan teknologi arsitektural. Contoh fasade yang dinamis salah satunya adalah fasade hotel Savoy Homann Bandung yang dirancang oleh A.F. Aalbers.

 art5_homann.jpgHotel Savoy Homann Bandung  Lengkungan yang ditampilkan itu merupakan ekspresi gerak, teknologi modern dan rasa optimisme. Orang-orang sering menjuluki lengkungan itu dengan “Ocean Liner Style” hal ini mengacu pada bentuk kapal pesiar yang pada saat itu merupakan karya manusia yang patut dibanggakan, jadi bentukan kapal, bentuk lengkung dijadikan sebagai ekspresi kemoderenan. Di Indonesia tentunya banyak bangunan berlanggam Art Deco yang masih harus dicari dan diteliti. Arsitektur ini merupakan salah kekayaan Arsitektur Indonesia.

Dan pengaruh – pengaruh lainnya di Indonesia maupun di negara lain, seperti:

6c7436426c645f3761703753326f7467647567-100x100-0-01.jpg        jr505461.jpg         art-deco-chareau-moser-hoffmann-chair1.jpg

fire_basket_art-deco-pol.jpg           walnut_leaded_glass_display_cab_0175x1751.jpg Selain furnitur juga mempengaruhi arsitektur, seperti:

 

dmiami-southbeach-art-deco-building.jpg

Hotel Miami Beach

 

art_deco_mugs.jpg

Mug – Mug sekarang seperti di atas. Semuanya dipengaruhi oleh Art Deco.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: