bauhaus

Latar Belakang 

Bauhaus ini berdiri pada tahun 1919 di Republik Weimar (sekarang bernama Jerman) oleh Walter Gropius. Bauhaus sendiri berasal dari kata bauren (to build/ mengembangkan atau membangun), sedangkan haus berate rumah.

Menjelang perang dunia pertama tahun 1914, Henry Van Velde,tokoh art nouveau yang memimpin sekolah seni dari Weimar, mengundurkan diri. Hal ini terjadi karena sikap rasial warga Jerman terhadap warga asing. Pada awalnya, warga Jerman berpendapat bahwa perang dapat menunjukkan keunggulan kekuatannya dan dengan semangat mendaftar sebagai sukarelawan termasuk para seniman Otto Dix, Max Beckman. Namun, pada tahun 1916 dan 1917, keraguan dan sikap anti-perang mulai bermunculan.

            Pada tahun 1917, Walter Gropius,seorang arsitek yang pernah bekerja di bawah Peter Behrens, menyatakan bahwa para intelektual harus melakukan perpindahan atau pergantian font dari medan pertempuran fisik menuju pertempuran budaya. Ia juga menganggap system Werkbund Jerman ketinggalan jaman sehingga perlu reformasi pendidikan seni rupa. Berdirinya Bauhaus adalah ketika Jerman masih mengalami keresahan social-ekonomi akibar perang dunia pertama.

            Tahun 1919, Gropius ditunjuk sebagai direktur sekolah yang baru didirikan itu:”Staatliches Bauhaus – Weimar”. Dalam manifesto Bauhaus yang disebarkan ke seluruh Jerman, ia menjelaskan tentang tujuan dari sekolah itu : seniman dan kriyawan bekerja sama untuk menciptakan ‘bangunan masa depan.” Bruno Taut merupakan tokoh pertama yang mengajak membangun rumah untuk masyarakat dan meminta keterlibatan srtiap cabang seni dalam arsitektur. Dalam manifestonya, ia menulis:”mari kita bersama-sama menciptakan bangunan masa depan, di mana segala sesuatunya menyatu dalam sebuah bentuk. Arsitektur, patung dan lukisan.”( Droste 1990:18)

            Sekolah Bauhaus merupakan gabungan dari : Weimar arts and crafts school, sekolah yang berorientasi sseni terapan dengan Akademi seni Weimar. Pada saat Bauhaus berdiri, Jerman baru selesai perang dunia pertama dan dalam masa krisis budaya-ekonomi. Misi dari Bauhaus adalah mengajarkan pendidikan arsitektur, seni, desain, dan kriya sebuah kesatuan bersama teknologi.

            Terjemahan dari manifesto Bauhaus, kurang lebih adalah sebagai berikut:”bangunan yang komplit/ utuh adalah tujuan akhir dari setiap cabang seni rupa. Oleh karenanya seni rupa adalah bagian yang tak terpisahkan dari sebuah arsitektur yang megah. Saat ini seni hidup dalam isolasi…. Arsitek, pelukis dan pematung harus mempelajari karakter sebuah bangunan sebagai kesatuan…. Seniman lebih tinggi dari sekedar orang yang terampil. Ketika di saat-saat tertentu inspirasinya muncul, kesadaran dan pikirannya berkembang menjadi sebuah seni. Namun, bagaimana pun, keterampilan tangan tetap penting bagi setiap seniman. Di situlah letak sumber imajinasi kreatifnya.”

            Bauhaus pada dasarnya dapat dilihat sebagai upaya bangsa Jerman meningkatkan mutu desain id era industri. Upaya ini diawali bangsa Jerman sejak awak abad 20 dengan berdrnya The Deutsche Werkbund. Dalam perkembangan sejarah sekolah Bauhaus terdiri dari dua periode: Bauhaus periode Weimar (1919-1924) dan Bauhaus periode Dessau (1925-1932).

            Secara singkat dapat disebutkan beberapa prinsip yang berlaku dalam pengajaran Bauhaus:

         dipengaruhi seni ekspresionisme

         menggunakan garis bauhutte

         menggabungkan seniman dan kriyawan

         pendekatan rasionalisme dan desain untuk mesin

Bauhaus memiliki cita-cita utopia membangun masyarakat spiritual yang baru. Bengkel kaca patri, kayu dan metal diajarkan oleh para seniman dan kriyawan menggunakan metode kerja garis bauhutte: master – journeyman – apprentice.

            Para pendesain yang pernah menjadi direktur Bauhaus:

         Walter Gropius (memimpin hingga 1928)

         Johannes Itten

         L. mies Van der Rohe (1886-1969)

Van der Rohe merupak arsitek terkemuka yang menjadi direktur bauhaus yang terakhir. Ia terkenal dengan dictum atau uangkapannya: “ less is more”.

            Tahun 1920 dan 1922, Paul Klee dan Vassilly Kandinsky memberi ide-ide baru. Klee menggabu ngkan seni rupa modern dengan seni primitive dan gambar anak dalam menciptakan dan lukisan yang mempengaruhi komunikasi visual. Menurut Kandinsky, warna dan bentuk memiliki nilai-nilai spiritual dan makna tersendiri. Johannes Itten yang pertama kali menerapkan metode kursus dasar yang kini banyak dipakai dalam perguruan tinggi. Namun, tahun 1923, ia keluar dari Bauhaus karena berbada pendaat dengan Gropius. Ia dianggap mengajar tidak sesuai dengan prinsip Bauhaus yang menekankan pada rasionalsime dan desain untuk mesin.

 Pengaruh Bauhaus terhadap modernisme 

            Perkembangan dan prihatin Gropius terhadap modernisme dan industrialisasi tampak dari moto sekolah Bauhaus “ A unity of art and handicraft’ menjadi ‘art and technology, a new unity’. Romantisme abad pertengahan dan ekspresionisme diganti oleh desain terapan yang sangat rasional dan dapat diproduksi secara missal menggunakan mesin.

            Setelah ditutup tahun 1932 selama tahun terakhir, Bauhaus dipindahkan ke kota Berlin oleh Miss Van der Rohe. Bauhaus ditutup oleh para pendukungnya pada bulan April 1933 akibat tekanan yang semakn kuat. Mereka dituduh penganut komunis Bolshvik- dari pemerintahan Jerman.

Lazlo Moholy-Nagy  merupakan seorang tokoh yang terkenal dengan desain yang memanfaatkan tipografi dengan cermat: “tipografi adalah alat komunikasi, harus berkomunikasi dalam bentuknya yang paling kuat”. “ kejelasan sangat penting.”. tingkat keterbacaan juga merupakan perhatian baginya selain juga menciptakan bahasa tipografi ayng lentur.

Secara singkat dapat disebutkan bahwa jasa Bauhaus terbesar adalah:

         menciptakan metode pendidikan seni rupa, desain, kriya dan arsitektur yang terpadu

         memberi bentuk yang lebih jelas mengenai apa dan bagaimana desain modern (yang kemudian dikenal dengan nama “international style”)

 Selain tuntutan dunia industri terhadap masalah-masalah desain yang lebih fleksibel dan bisa diproduksi secara massal, juga didorong revolusi desain dari kemunculan tren Gaya Art-Deco di Paris, Prancis, dan kelompok De-Stijl di Rotterdam, Belanda, pada periode yamg sama.
Bauhaus lebih mengutamakan kepada penciptaan prinsip-prinsip dasar desain modern sedangkan Art-Deco lebih kepada hasil penerapannya. Tapi keduanya memiliki tujuan yang sama yaitu menjadikan karya desain sebagai milik semua kalangan masyarakat. Tidak terbatas pada kaum aristokrat. Sehingga dalam perkembangannya sulit dipisahkan pengaruh Bauhaus terhadap desain bergaya Art-Deco, terutama dibidang seni lukis, desain furnitur, desain tekstil dan fashion.
Revolusi desain oleh Bauhaus berintikan penolakan secara formal terhadap sejarah seni yang disebut anti-historism pada masyarakat yang sangat konservatif–antitesis dari lembaga yang sama di Paris, Prancis, Ecole des Beaux Arts yang mengutamakan pendidikan sejarah seni–dan hal inilah yang memberi pengaruh sangat besar terhadap perkembangan desain dan industri di dunia sampai saat ini.
 SeniBauhaus
Pada awal berdirinya, Bauhaus memfokuskan diri pada masalah seni dan kerajinan, sehingga para pengajar di Bauhaus didominasi seniman dan perajin, terutama pelukis modern dibanding arsitek, walaupun pendirinya arsitek muda kawakan. Tokoh-tokoh seni di Bauhaus diantaranya Paul Klee, Oskar Schlemmer, Wassily Kandinsky, El Lissitzky, Lazlo Moholy-Nagly, Marcks, Feinninger, Munche Schlemmer, dan Johannes Itten. Mereka dikenal sebagai Master of Form dan kebanyakan berasal dari Rusia.Karya seni lukis Bauhaus kebanyakan berbentuk kubisme dan ekspresionisme yang merupakan pengaruh dari pelukis modern Rusia bergaya konstruktivisme. Pesatnya perkembangan industri dan meningkatnya kebutuhan alat rumah tangga–seiring perubahan dari tatanan masyarakat agraris ke masyarakat industri akibat dari revolusi industri–desain produk seperti furnitur dan alat rumah tangga lain yang kebanyakan didominasi bahan metal, kulit dan kaca, mulai mendapat perhatian di Bauhaus

Eksperimen bentuk untuk produk-produk industri dikenalkan oleh tokoh muda Bauhaus, Josef Albert (1888-1976). Untuk produk furnitur, yang paling menonjol dan masih diproduksi sampai sekarang adalah karya desainer Marcel Bruer diantaranya Wassily Chair dan B32 Chair. Seni Bauhaus tetap menjadi literatur para desainer, baik dibidang furnitur, seni lukis, desain mode dan fashion sampai saat ini.

ArsitekturBauhaus

Pada awal berdirinya Bauhaus di kota Wiemar, bidang arsitektur belum mendapat perhatian khusus. Para arsitek yang terlibat dalam ‘kuil desain’ Bauhaus hanya membicarakan arsitektur pada skala cabang-cabang desain berupa desain material bangunan. Setelah kepindahan Bauhaus dari kota Wiemar ke kota Dessau 1926, baru bidang arsitektur mendapat perhatian khusus. Hal ini mulai terlihat pada kampus baru Bauhaus di Dessau yang didesain oleh Walter Gropius dengan penampilan bangunan berbentuk kubus dengan atap datar serta a-simetris dan tanpa ornamentasi, yang sebenarnya mulai menjadi tren di Jerman waktu itu. Komponen bangunan terdiri dari pre-pabrikasi beton, beton bertulang, kaca dan metal dalam bentuk produksi massal.

Gedung Bauhaus yang baru ini terdiri dari ruang studio, bengkel seni, teater, auditorium, gymnasium, ruang dosen dan kantin serta kantor berpraktek arsitek bagi Walter Gropius. Pada 1927 baru didirikan jurusan arsitektur yaitu setahun setelah pindah ke Dessau. Ketika kepemimpinan Bauhaus beralih dari Walter Gropius ke Hannes Meyer–seorang arsitek Swiss kawakan–pada 1928 program pendidikan arsitektur lebih terfokus pada permasalah kota, yaitu berdasarkan realitas sosial yang ada dimana terjadi permintaan akan pemukiman bagi para pekerja pabrik akibat pertumbuhan industri. Sehingga arsitektur yang tampil adalah berupa bagunan sederhana, murah dan dapat dibongkar pasang, termasuk furniturnya. Pada periode ini terdapat para pengajar bidang perkotaan antara lain Mart Stamp, Ludwig Hilberseimer dan Hannes Meyer sendiri. Dari 1930-1932 terjadi kemunduran berarti di Bauhaus yaitu pada masa kepemimpinan Ludwig Mies van der Rohe. Pada 1933 Bauhaus pindah ke kota Berlin dan ditutup pada tanggal 10 Agustus 1933 oleh pemerintahan NAZI. Tokoh-tokoh Bauhaus banyak yang berimigrasi ke Amerika Serikat termasuk Mies van der Rohe yang kembali menemukan popularitasnya di sana dengan menjadi pimpinan Illinos Institute of Technology di Chicago. Tokoh sentral Bauhaus yang tetap dikenang sampai sekarang dalam pendidikan arsitektur adalah Walter Gropius dan Hannes Meyer. Daya tarik dan nama besar Bauhaus telah membuat Yayasan Bauhaus di Dessau kembali mendirikan sekolah yang bernama Bauhaus Kolleg pada 1999, tetapi nafasnya sangat jauh berbeda dan semangat ini lebih kepada romatisme terhadap Bauhaus. Perlu dipahami bahwa pengertian arsitektur Bauhaus tidak terbatas pada jurusan arsitektur yang ada di Bauhaus, tetapi karya-karya arsitektur yang lahir bersamaan dengan Bauhaus yaitu dari arsitek yang aktif di Deutscher Werkbund.Arsitek-arsitek yang karyanya dianggap berideologi Bauhaus antara lain; arsitek Peter Behrens dengan karya AEG Turbin factory Assembly Hall (di Berlin 1908-1909), arsitek Hans Poelzig dengan karya Sulphuric Acid Factory (di Luban, 1911-1912), arsitek Walter Gropius, Adolf Meyer dan Edward Werner dengan karya Fagus Shoe last Factory (di Leine, 1910-1914), arsitek Erich Mendelsohn dengan karya Einstein Tower (di Postdam, 1920-1921) dan Schocken Department Store (di Stuttgart, 1926-1928), arsitek Fritz Hoger dengan karya Chile House (di Hamburg, 1922-1924), arsitek Adolf Loos dengan karya Goldman & Salalsch Building (di Vienna, 1909-1911), dan arsitek Bruno Taut dan Martin Wagner dengan karya Britz Estate (di Berlin, 1925-1927).

Pada dasarnya arsitektur Bauhaus bercirikan denah yang signifikan dengan aktifitas dan fungsi antar ruang yang saling berkaitan–yang kebanyakan berupa bangunan pabrik–terbebas dari aturan gaya arsitektur dan ornamentasi. Selain itu juga berupa bangunan tinggi dengan mengekspos tangga atau elevator serta berdinding kaca. Dalam ranah arsitektur, pengaruh Bauhaus masih terasa sampai sekarang, karena Bauhaus telah berhasil membebaskan arsitektur dari tradisi lama berwujud greeko-roman yang historism, serta membuka jalan bagi perkembangan arsitektur modern. Walaupun sesudahnya mendapat kritikan yang tajam terhadap perkembangan arsitektur modern dengan stream–The International Style. Bagaimanapun Bauhaus telah menjadi pencetus ideologi baru di bidang desain, meskipun umurnya tidak begitu panjang. Termasuk terhadap perkembangan desain pada seni dan arsitektur di Indonesia. penulis adalah seorang arsitek, anggota ikatan arsitek indonesiaPerkembangan Bauhaus sampai saat ini
Pergeseran-pergeseran nilai di dalam arsitektur, selalu terjadi dari masa ke masa. Hal tersebut tidak terlepas dari faktor esensi di dalam arsitektur, yaitu ‘Konsep Ruang’. Pemikiran mengenai ‘ruang’ baik secara filosofis, simbolis, maupun formalistis, telah dimulai sejak berabad-abad yang lalu. Berdasarkan beberapa referensi yang didapat, abad ke-20 merupakan puncak dari berbagai penelitian mengenai ruang, khususnya dikaitkan dengan ilmu arsitektur (hal tersebut ditandai dengan lahirnya Gerakan Arsitektur dan Interior Modern tahun 1925). Lahirnya spesialisasi pada Gerakan Arsitektur dan Interior Modern, tidak dapat dilepaskan dari pemahaman mengenai studi ruang dari sekolah Bauhaus di Jerman. Sekolah Bauhaus didirikan pada tahun 1919 di Weimar oleh Walter Gropius. Beberapa tokoh yang lahir dari sekolah ini, antara lain: Walter Gropius, Johannes Itten, Lyonel Freininger, Josef Albers, Paul Klee, Lazlo Moholy Nagy, Wassily Kandinsky, Marcel Breuer, Ludwig Mies van der Rohe, dan sebagainya.
Arsitektur merupakan suatu produk budaya yang di!ahirkan untuk rnemenuhi kebutuhan manusia, oleh karenanya beberapa perubahan dan pergeseran nilai yang terjadi tidak terlepas dari permasalahan sosial-budaya yang melingkupinya. Berbagai perubahan sosial yang terjadi di Eropa, baik secara langsung maupun tidak langsung telah mempengaruhi pola pikir para arsitek saat itu, didalam menafsirkan
uang’. Misalnya era Yunani yang menafsirkan ‘ruang’ berdasarkan pemahaman filosofi alam, era Abad Pertengahan menafsirkan ‘ruang’ berdasarkan pandangan kosmologis, era modern menafsirkan ‘ruang’ berdasarkan pandangan anthroposentris, dan sebagainya.

Namun demikian sebagai suatu produk budaya yang bernilai guns, maka arsitektur selalu dituntut untuk menyesuaikan diri dengan berbagai fenomena yang terjadi pada masyarakat sesuai dengan kondisi jaman (zeitgeist).

marcel-breuer-wassily-1925.jpglampu-kaca-untuk-meja-1923-1924-karya-karl-j-jucker-dan-wilhelm-wagenfeld.jpgkandinskys-der-blaue-reiter-1903.jpgin-his-own-words-composition-vii-was-the-most-complex-piece-he-ever-painted.jpgan-early-period-work-munich-schwabing-with-the-church-of-st-ursula.jpg

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: