de stijl

>Aliran seni yang tidak representational, tidak ilustratif/naratif dan menggunakan bentuk-bentuk geometris.

stijl-1.jpgThe Rietveld Schröder House. satu-satunya arsitektur yang diperkirakan berhubungan langsung dengan gaya De Stijl.  de Stijl atau dalam Bahasa Inggris the style adalah gerakan seni di sekitar tahun 1920an. Konsep ini berkembang seiring terjadinya perang dunia pertama yang berlarut-larut. Komunitas seni de Stijl kemudian berusaha memenuhi keinginan masyarakat dunia mengenai sistem keharmonisan baru di dalam seni. Gaya yang berasal dari Belanda, De Stijl adalah suatu seni dan pergerakan disain yang dikembangkan sebuah majalah dari nama yang sama ditemukan oleh Theo Van Doesburg. De Stijl menggunakan bentuk segi-empat kuat, menggunakan warna-warna dasar dan menggunakan komposisi asimetris. Gambar dibawah adalah Red and Blue Chair yang dirancang oleh Gerrit Rietveld. Konsep ini diwujudkan dalam pemikiran utopia. Mereka mewujudkan abstraksi dan keuniversalan dengan mengurangi campur tangan bentuk dan kekayaan warna semaksimal mungkin. Komposisi visual disederhanakan menjadi hanya bidang dan garis dalam arah horisontal dan vertikal, dengan menggunakan warna-warna primer seperti merah, biru, dan kuning di samping bantuan warna hitam dan putih.Dalam kebanyakan karya seni, garis vertikal dan horisontal tidak secara langsung bersilangan, tetapi saling melewati satu sama lain. Hal ini bisa dilihat dari lukisan Mondrian, Rietveld Schröder House, dan Red and blue chair. 

Modernisme

Modernisme ialah konsep yang berhubungan dengan hubungan manusia dengan lingkungan sekitarnya di jaman modern. Konsep modernisme ini meliputi banyak bidang ilmu (termasuk seni dan sastra) dan setiap bidang ilmu tersebut memiliki perdebatan mengenai apa itu ‘modernisme’. Walaupun demikian, ‘modernisme’ pada umumnya dilihat sebagai reaksi individu dan kelompok terhadap dunia ‘modern’, dan dunia modern ini dianggap sebagai dunia yang dipengaruhi oleh praktek dan teori kapitalisme, industrialisme, dan negara-bangsa.European Modernism (Dirangkum oleh : tommy/untar/DKV)Overview : Sesungguhnya, modernisme seni di eropa telah dimulai sejak tahun 1800an dimana pada era ini, ditemukan teori relatifitas, dimulainya industrialisasi serta ilmu pengetahuan sosial yang memancing gaya – gaya baru dalam bidang seni. Pergerakan seni pada era ini sejalan dengan hal – hal diatas, gebrakan – gebrakan dapat terlihat pada 15 tahun pertama abad ke 19. Bisa dilihat dari munculnya gaya lukisan abstrak ekspresionis di tahun 1903 yang dipelopori oleh Wassily Kandinsky dan bangkitnya cubism di tahun 1908 yang dipelopori Pablo Picasso dan Georges Braque. Di awal Perang Dunia ke 1, tekanan dan ketidaknyamanan keadaan sosial yang terjadi seperti saat Revolusi Rusia, telah memunculkan pergerakan – pergerakan radikal dalam seni yang menolak kebiasaan – kebiasaan lama. Dimulai ketika Komposer ternama Rusia Igor Stravinsky di tahun 1913 mencoba memunculkan pertunjukan yang menunjukan manusia yang menjadi korban, serta Pablo Picasso dan Paul Matisse yang menolak sistem perspektif traditional yang menjadi ciri khas lukisan terstruktur, hal seperti ini bahkan belum pernah dilakukan oleh para pelukis impresionis sekelas Cezanne sekalipun. Inilah yang mulai memperjelas apa yang sebenarnya diistilahkan sebagai “Modernism”, yaitu penolakan serta pergerakan terhadap kesederhanaan gaya Realis dalam literature dan seni, serta mengubah tonality dalam musik. 1920, Modernisme yang di era sebelum perang hanyalah sebuah efek minoritas mulai menegaskan dirinya sebagai hal yang dapat merubah jaman. Modernisme di eropa terlihat dalam pergerakan – pergerakan seni yang kritis seperti Dadaism dan selanjutnya dalam pergerakan kontruktivisme seperti Surealism, seperti juga dalam pergerakan –pergerakan kecil seperti Bloomsburry Group (kelompok pelajar Bohemian di Inggris). Masing masing pergerakan ini menunjukan metode – metode baru untuk menghasilkan hasil yang baru. Gaya – gaya yang muncul, terutama Surealis, Cubis, Ekspresionisme, Fauvisme, Futurisme serta Leninisme secara cepat diadopsi daerah daerah luar yang jauh dari daerah asalnya. Yang cukup menonjol peranannya serta tidak dapat dilupakan ialah 2 kelompok besar era Modernisme yang menggusung kuat Modern art di Eropa dan belakangan diadopsi sampai ke Amerika, berbeda dengan gaya – gaya di atas yang lebih berkategori anti – art, 2 Kelompok ini lebih dikenal sebagai pengembang ide – ide baru yang berkaitan dengan seni, arsitektur, desain dan pendidikan seni. 2 Kelompok ini ialah Bauhaus (Jerman) dan de Stijl (Belanda) Di tahun 1930, Modernism di Eropa telah memperoleh posisi penting baik dalam politik dan seni. Namun demikian, Modernisme sendiri pada saat ini telah sedikit banyak berubah. Banyak reaksi yang mengatakan Modernism setelah tahun 1918 bersifat keterlaluan, tidak masuk akal serta lebih emosional. Pada periode setelah perang dunia Modernism kembali berbelok ke arah sitematisasi serta nihilism, seperti terlihat pada gerakan yang paling paradigmatis yaitu Dada.
Key Movement Dalam era Modernisme di Eropa, dua gerakan yang dapat dibilang menjadi pergerakan utama ialah Bauhaus di Jerman dan de Stijl di Belanda. Bauhaus yang dalam bahasa Jerman berarti “Architecture House “ ialah sekolah seni dan arsitektur yang berdiri di Jerman dari tahun 1919 s/d 1933 sebelum pindah ke Amerika, gaya desain Bahaus menjadi salah satu gaya paling berpengaruh dalam gaya arsitektur serta interior era Modernisme di eropa. Beberapa tokoh terkenal dari Bauhaus ialah Gropius, Adolf Meyer, Mart Sam dan Marcel Breuer lewat karya karyanya yaitu “Wasilly Chair”, “Chicago Tribune Tower” dan “Cantilever Chair”. Pergerakan lainnya adalah de Stijl di Belanda, de stijl ialah pergerakan seni di Belanda yang dimulai tahun 1917 belakangan gaya de Stijl-lah yang akan banyak mempengaruhi gaya desain dari Bauhaus , de Stijl dikenal juga dengan nama neoplasticism. Pada awalnya de Stijl ialah sebuah jurnal yang dipelopori oleh seorang pelukis dan kritikus seni Theo van Doesburg, baru kemudian Piet Mondrian, Bart van Der Leck, Gerrit Rietvield, J.J.P Oud dan seniman seniman lainnya bergabung dalam de Stijl. Filosofi seni yang menjadi dasar pekerjaan kelompok ini ialah “New Plastic Art”. De Stijl sedikit banyak terpengaruh oleh gaya cubisme, mysticism serta ideal geometric dari golongan neoplatonic . Para seniman de Stijl coba mengekspresikan keidealan impian serta keharmonisan spiritual serta tatanan dengan cara mengajukan suatu abstraksi dan keuniversalan dengan menyederhanakan bentuk dan warna dalam desain – desain mereka. mereka menyederhanakan susunan visual berdasar arah vertikal dan horisontal, dan memakai hanya warna pokok serta hitam putih. Hal tersebut dapat dilihat dalam beberapa contoh karya mereka, seperti “Rietvield Schroeder House serta Red Blue Chair” . Gaya de Stijl seperti yang telah disebutkan di awal, telah mempengaruhi gaya dari Bauhaus serta gaya arsitektur Internasional, dan juga gaya desain interior dan fashion desain

Pengaruh dan perkembangan

Konsep de Stijl banyak dipengaruhi filosofi matematikawan M. H. J. Schoenmaekers. Piet Mondrian, kemudian mempublikasikan manifes seni mereka Neo-Plasticism pada tahun 1920, meskipun istilah ini sebenarnya sudah digunakan olehnya pada 1917 di Belanda dengan frase Nieuwe Beelding. Pelukis Theo van Doesburg kemudian mempublikasikan artikel De Stijl dari 1917 hingga 1928, menyebarkan teori-teori kelompok ini. Perupa de Stijl antara lain pematung George Vantongerloo, dan arsitek J.J.P. Oud dan Gerrit Rietveld.Pada dasarnya aliran de Stijl hanya bergerak dalam dunia lukis. Sebab bagaimanapun konsep de Stijl adalah abstraksi secara ideal komposisi warna dalam bentuk dua dimensi, walaupun kemudian juga menghasilkan kesan ruang. Pemanfaatannya sangat banyak di dalam interior dan arsitekrur. namun seperti yang ditulis oleh Piet Mondrian bahwa de Stijl tetaplah sebuah konsep ideal dalam dua dimensi. Meskipun Theo van Doesburg berusaha keras memperjuangkan pengaplikasiannya dalam dunia arsitektur, de Stijl tetaplah hanya menjadi bahan pertimbangan dalam pengolahan bidang-bidang warna, bukan arsitekturnya sendiri.de Stijl meredup seiring perpecahan di antara Theo van Doesburg yang aplikatif dan Piet Mondrian yang teoritis. Hingga akhirnya majalah de Stijl terakhir kali terb it untuk mengenang kematian Theo van Doesburg. 

Seniman yang terlibat dalam gerakan de Stijl

*                   Piet Mondrian (18721944) *                   Theo van Doesburg (18831931) *                   Ilya Bolotowsky (19071981) *                   Marlow Moss (18901958) *                   Amédée Ozenfant (18861966) *                   Max Bill (19081994) *                   Jean Gorin (18991981) *                   Burgoyne Diller (19061965) *                   Georges Vantongerloo (18861965) *                   Gerrit Rietveld (18881964)

*                   Bart van der Leck (18761958)  

*                    

Pelengkap

Setiap orang, umumnya, selalu ingin mempunyai keterkaitan dengan masa lalu. Orang tak mau kehilangan “akar sejarah” dirinya. Tak heran bila segala sesuatu yang terkait dengan masa lalu, selalu menarik perhatian masyarakat. Begitu juga dengan Bioskop Megaria yang terletak di pertigaan Jalan Cikini Raya, Jalan Diponegoro, dan Jalan Proklamasi, di Jakarta Pusat.

Heboh berita penawaran penjualan bangunan Bioskop Megaria di Jakarta Pusat, membangkitkan perhatian banyak kalangan pada bangunan tua ini. Setelah kehilangan Stadion Menteng yang letaknya tak terlalu jauh dari Megaria, rupanya masyarakat takut hal yang sama akan terulang pada Megaria.

Megaria ini bagaikan nenek tua yang duduk di kursi goyang di sudut ruangan. Setiap hari orang lalu lalang melewati dan terbiasa melihatnya di sana. Terkadang orang mampir sebentar tapi tidak punya cukup waktu untuk bercakap-cakap mengenalnya. Ternyata bila kita mencoba mengenalnya cukup banyak kisah yang bisa diberikannya.

Dari segi arsitektur misalnya. Bangunan Bioskop Megaria merupakan salah satu data sejarah perkembangan arsitektur di Tanah Air. Dari catatan yang ada, pada akhir abad ke-19 mulai terjadi perubahan di dalam dunia arsitektur. Tersedianya berbagai ragam bahan bangunan baru seperti semen, kaca, besi, dan baja, disertai dengan peningkatan teknik-teknik konstruksi telah melahirkan gerakan-gerakan baru dalam dunia arsitektur. Perkembangan industri mesin serta gejolak-gejolak politik juga bisa ditelusuri di dalam perkembangan arsitektur dunia.

Sejak tahun 1920 berkembang perancangan bangunan yang tampil sederhana dan lebih mengarah ke fungsi bangunan. Tampilan arsitektural ini kemudian dikenal nama International Style. Selanjutnya, pada suatu pameran di New York pada tahun 1932, berbagai macam aliran perancangan arsitektur dirangkum dalam satu istilah yakni “Arsitektur Modern”, klasifikasi yang banyak ditujukan pada bangunan dalam periode tahun 1920 sampai 1970.

Salah satu gaya yang mempengaruhi International Style adalah gaya De Stijl dari Belanda. De Stijl sendiri berasal dari nama sebuah majalah seni yang didirikan oleh Theo van Doesburg, seorang pelukis yang terkadang juga merancang bangunan (arsitek). Aliran idealis yang mengarah pada gaya kolektif dan universal ini banyak menggunakan garis-garis lurus (vertikal maupun horisontal), dengan bentuk-bentuk dasar dan juga warna-warna dasar sebagai elemennya. Elemen dekoratif bukan bagian dari gerakan yang menekankan kebutuhan praktis, fungsional dan ekonomis dari sebuah bangunan. Warna yang digunakan bukan sebagai elemen dekoratif, melainkan sebagai media ekspresi diri.

Van Doesburg sendiri dalam sebuah artikel yang diterbitkan majalah De Stijl pada tahun 1924 (Van Doesburg Manifesto) mengorientasikan diri sebagai aliran arsitektur yang plastis yang mencoba menciptakan keseimbangan harmonis dari bangunan dengan pendekatan empat dimensi (bukan hanya pendekatan ruang, tapi juga pendekatan waktu). Semua pertimbangan dalam perancangan perlu dikaji berdasarkan pertimbangan praktis dan logika dengan mengedepankan keseimbangan karakteristik fungsional bangunan.

Tampaknya Bioskop Megaria yang dirancang oleh Han Groenewegen (lahir di Den Haag 1888, meninggal di Jakarta 1980) banyak berorientasi pada aliran De Stijl seperti tampak pada menara menjulang yang merupakan salah satu ciri khas De Stijl, dengan permainan garis horisontal dan vertikal sebagai bagian dari ekspresi bangunan. Bangunan model ini biasanya dirancang dalam empat tampak, yaitu tampak depan, samping kiri dan kanan, serta tampak belakang, dan tidak seperti gaya bangunan frontal yang lebih mengutamakan tampak depan

stijl-2.jpg

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: